Acara ‘NYALANG: Benderang Lingkar Cahaya’ sukses diselenggarakan di Plaza Tenggara Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, Kamis (17/8/2023). Inisiatif kolaboratif ini berhasil menghadirkan pengalaman visual yang memukau dengan proyeksi cahaya dan pertunjukan seni, menandai momen penting bangsa dengan cara yang inovatif.
Acara yang dimulai sejak sore hari ini menampilkan serangkaian kegiatan seni dan budaya yang dirancang untuk merayakan semangat kemerdekaan. Puncak acara adalah pertunjukan proyeksi cahaya yang menerangi sisi tenggara Monas, menciptakan ilusi ‘lingkar cahaya’ yang artistik dan megah.
Diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan berbagai komunitas seni, ‘NYALANG: Benderang Lingkar Cahaya’ bertujuan untuk menghadirkan narasi kemerdekaan melalui medium seni kontemporer. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat mendorong geliat pariwisata dan ekonomi kreatif di Ibu Kota.
Berdasarkan pantauan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi menyaksikan pertunjukan tersebut. Ribuan warga memadati area Monas sejak sore hari untuk menyaksikan berbagai penampilan, mulai dari tari kontemporer hingga pertunjukan musik yang mengiringi visualisasi proyeksi cahaya.
Salah satu elemen kunci dari acara ini adalah penggunaan teknologi proyeksi video mapping yang canggih. Proyeksi tersebut menampilkan visual-visual dinamis yang merefleksikan sejarah perjuangan bangsa, keragaman budaya Indonesia, serta harapan untuk masa depan yang lebih gemilang. Teknik ini memungkinkan Monas, sebuah ikon nasional, untuk ‘hidup’ dengan cahaya dan cerita.
Acara ini tidak hanya berfokus pada aspek visual, tetapi juga menggabungkan elemen pertunjukan langsung. Para seniman lokal turut ambil bagian dalam memeriahkan acara, menampilkan karya-karya mereka yang terinspirasi dari tema kemerdekaan dan nasionalisme.
Kemenparekraf melalui akun media sosial resminya mengapresiasi partisipasi publik yang besar dalam acara ini. Pihak kementerian berharap inisiatif serupa dapat terus digalakkan untuk memberikan pengalaman berbeda dalam merayakan hari-hari besar nasional, sekaligus memperkenalkan potensi seni dan budaya Indonesia ke khalayak yang lebih luas.
Keberhasilan ‘NYALANG: Benderang Lingkar Cahaya’ ini membuka peluang untuk diadakannya acara-acara berskala serupa di masa mendatang. Rencana selanjutnya dari Kemenparekraf dan mitra terkait akan terus dipantau, terutama terkait agenda seni dan budaya yang mendukung promosi pariwisata Indonesia.
