Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, mengapresiasi kehadiran Trans Luxury Hotel di Surabaya sebagai potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur. Keberadaan hotel mewah ini dinilai dapat meningkatkan sektor pariwisata, membuka lapangan kerja baru, dan menggeliatkan ekonomi lokal.
Penilaian ini disampaikan saat Gubernur Khofifah dan Wagub Emil melakukan kunjungan ke Trans Luxury Hotel Surabaya pada awal Agustus 2026. Keduanya menyoroti peran penting hotel bintang lima dalam menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada pendapatan daerah.
Menurut Gubernur Khofifah, investasi di sektor perhotelan, terutama yang berskala internasional seperti Trans Luxury Hotel, merupakan sinyal positif bagi iklim investasi di Jawa Timur. Ia berharap kehadiran hotel ini dapat memacu investor lain untuk turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah.
Wakil Gubernur Emil Dardak menambahkan bahwa Trans Luxury Hotel tidak hanya berfungsi sebagai akomodasi bagi wisatawan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan bisnis dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Hal ini membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk berkolaborasi dan memasarkan produk mereka.
Emil juga menggarisbawahi potensi penyerapan tenaga kerja yang signifikan dari operasional hotel. Mulai dari sektor perhotelan itu sendiri hingga industri pendukung seperti katering, transportasi, dan penyedia suvenir, semuanya akan merasakan dampak positif dari geliat ekonomi yang diciptakan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui dinas terkait, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Termasuk di dalamnya, memberikan kemudahan regulasi dan promosi bagi investasi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran Trans Luxury Hotel diharapkan dapat menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Surabaya dan Jawa Timur secara lebih luas, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan pariwisata di provinsi tersebut. Rencananya, pemerintah akan terus mengevaluasi dampak ekonomi dari investasi semacam ini secara berkala.
