Saturday, 12 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Menjaga Berat Badan Ideal Setelah Usia 35: Panduan Diet Efektif untuk Kesehatan Jangka Panjang

Oleh Destian September 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Memasuki usia 35 tahun dan seterusnya seringkali menjadi titik balik dalam pengelolaan berat badan. Perubahan metabolisme alami tubuh membuat upaya menjaga atau menurunkan berat badan menjadi lebih menantang. Namun, dengan strategi diet yang tepat dan penyesuaian gaya hidup, impian memiliki berat badan terkontrol dan kesehatan optimal tetap dapat diraih.

Penelitian menunjukkan bahwa metabolisme basal, yaitu jumlah kalori yang dibakar tubuh saat istirahat, cenderung melambat seiring bertambahnya usia. Hal ini diperparah dengan potensi penurunan massa otot yang juga umum terjadi setelah usia 30-an. Akibatnya, kalori yang sama yang dikonsumsi dapat lebih mudah menyebabkan penambahan berat badan dibandingkan sebelumnya.

Ahli gizi, Dr. Sarah Davies, dalam sebuah wawancara dengan Healthline, menekankan pentingnya pendekatan diet yang tidak hanya fokus pada pembatasan kalori, tetapi juga pada kualitas nutrisi. “Di usia ini, tubuh membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk mendukung fungsi vital dan pemulihan. Mengutamakan makanan utuh, kaya serat, protein tanpa lemak, dan lemak sehat adalah kunci,” ujarnya.

Salah satu strategi efektif adalah meningkatkan asupan protein. Protein tidak hanya membantu rasa kenyang lebih lama, tetapi juga berperan dalam pemeliharaan massa otot. Sumber protein yang direkomendasikan meliputi ikan, ayam tanpa kulit, telur, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak. Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Obesity Reviews, peningkatan asupan protein dapat membantu meningkatkan termogenesis, yaitu jumlah kalori yang dibakar tubuh melalui proses pencernaan.

Selain protein, serat juga memegang peranan krusial. Makanan tinggi serat seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan polong-polongan membantu pencernaan yang lancar, mengontrol kadar gula darah, dan memberikan rasa kenyang. Mengganti karbohidrat olahan dengan sumber karbohidrat kompleks yang kaya serat juga disarankan.

Pentingnya hidrasi tidak boleh dilupakan. Minum air putih yang cukup sepanjang hari dapat membantu metabolisme, mengurangi nafsu makan, dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan. Ahli kesehatan menyarankan konsumsi setidaknya 8 gelas air per hari, atau lebih jika beraktivitas fisik.

Selain penyesuaian pola makan, aktivitas fisik teratur menjadi komponen tak terpisahkan dari pengelolaan berat badan. Kombinasi latihan kardiovaskular untuk membakar kalori dan latihan kekuatan (angkat beban) untuk membangun massa otot sangat direkomendasikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas aerobik intensitas tinggi per minggu, ditambah latihan kekuatan otot setidaknya dua kali seminggu.

Penyesuaian pola makan dan gaya hidup ini hendaknya dilakukan secara bertahap dan konsisten. Membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan akan memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik daripada diet ketat yang bersifat sementara. Berkonsultasi dengan profesional kesehatan atau ahli gizi dapat memberikan panduan yang lebih personal sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.

Bagikan: Facebook X WhatsApp