MapQuest, perusahaan penyedia layanan peta digital, menolak perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi “Lake America”. Keputusan MapQuest ini menuai dukungan luas dari publik, menegaskan komitmen perusahaan untuk mempertahankan nama geografis yang sudah ada.
Perintah yang dikeluarkan oleh pemerintahan Trump pada 17 September 2020, menginstruksikan perubahan nama geografis yang dianggap tidak patriotik. Namun, MapQuest secara tegas menyatakan tidak akan mengikuti titah tersebut. “Kami tidak akan mengubah nama Danau Ontario menjadi Lake America,” ujar juru bicara MapQuest dalam sebuah pernyataan tertulis.
Keputusan MapQuest ini disambut baik oleh berbagai pihak. Melalui media sosial, banyak pengguna menyampaikan apresiasi mereka terhadap ketegasan MapQuest. Sebuah cuitan dari akun @MapQuest pada 18 September 2020, yang menyatakan penolakan tersebut, dengan cepat mendapatkan ribuan ‘suka’ dan dibagikan ulang oleh banyak pengguna.
Menanggapi perintah yang diterbitkan oleh U.S. Board on Geographic Names (BGN), MapQuest menegaskan bahwa mereka akan terus menampilkan Danau Ontario dengan nama resminya. Perusahaan ini menekankan pentingnya akurasi geografis dan penghormatan terhadap penamaan yang telah mapan.
Perintah dari Trump tersebut muncul sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk meninjau dan mengganti nama-nama geografis yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Amerika atau dianggap tidak patriotik. Namun, komunitas ilmiah dan banyak publik menilai bahwa perubahan nama geografis yang sudah ada tanpa alasan yang kuat dapat menimbulkan kebingungan dan mengabaikan sejarah.
Penolakan MapQuest ini dianggap sebagai langkah berani dalam menjaga integritas informasi geografis. Perusahaan teknologi ini, yang dikenal dengan layanan pemetaan dan navigasinya, menunjukkan bahwa mereka memprioritaskan data yang akurat dan nama-nama yang diakui secara internasional di atas tekanan politik.
