Istilah ‘good food, good mood’ semakin populer di kalangan masyarakat, mengindikasikan adanya kaitan erat antara asupan makanan dengan kondisi emosional seseorang. Hubungan ini bukan sekadar ungkapan belaka, melainkan memiliki dasar ilmiah yang dijelaskan oleh para ahli gizi.
Menurut dr. Diana F. Sugiar, Sp.GK, seorang dokter spesialis gizi klinik, fenomena ‘mudah marah saat lapar’ atau yang populer disebut sebagai ‘hangry’ adalah bukti nyata bagaimana makanan memengaruhi suasana hati. Fenomena ini terjadi ketika kadar gula darah menurun drastis akibat jeda makan yang terlalu lama. Penurunan gula darah memicu pelepasan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol, yang secara otomatis dapat meningkatkan rasa frustrasi dan mudah tersinggung.
Lebih lanjut, dr. Diana menjelaskan bahwa pilihan makanan yang dikonsumsi turut berperan penting dalam menjaga keseimbangan emosi. Makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti gandum, dan oatmeal, disarankan untuk dikonsumsi secara teratur. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah lonjakan emosi negatif.
Selain karbohidrat kompleks, asupan protein dan lemak sehat juga esensial untuk mendukung fungsi otak yang optimal. Protein, yang banyak ditemukan dalam telur, ikan, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan, merupakan blok bangunan neurotransmitter. Neurotransmitter ini berfungsi sebagai pembawa pesan kimiawi di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati, tidur, dan nafsu makan. Sementara itu, lemak sehat, seperti yang terdapat dalam alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun, mendukung struktur sel otak dan membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.
Dr. Diana juga menekankan pentingnya asupan mikronutrien, seperti vitamin B kompleks, magnesium, dan zat besi. Kekurangan mikronutrien ini dapat memengaruhi produksi neurotransmitter dan metabolisme energi, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan mood dan peningkatan kelelahan. Sumber makanan yang kaya akan vitamin B antara lain sayuran hijau, biji-bijian, dan produk susu. Magnesium dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran berdaun hijau gelap. Sementara itu, zat besi dapat diperoleh dari daging merah, hati, dan kacang-kacangan.
Oleh karena itu, penting untuk senantiasa memperhatikan pola makan yang seimbang dan kaya nutrisi untuk menjaga tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan emosional. Dengan ‘good food’, kita dapat meraih ‘good mood’ yang lebih stabil dan positif.
