Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Kompres Es di Ketiak: Benarkah Efektif Meredakan Kecemasan Menurut Pakar Psikiatri?

Oleh Destian August 18, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah metode yang tampaknya sederhana, kompres es di area ketiak, belakangan ini mencuat sebagai potensi cara untuk meredakan gejala kecemasan. Klaim ini mulai beredar di berbagai platform digital, memicu rasa ingin tahu publik terhadap efektivitasnya. Namun, benarkah teknik ini memiliki dasar ilmiah dan direkomendasikan oleh para profesional kesehatan mental? Artikel ini akan mengupas pandangan psikiater mengenai praktik kompres es sebagai solusi kecemasan.

Menurut penjelasan dari psikiater yang dikutip oleh CNN Indonesia, dr. Jiemi Ardian, praktik kompres es di ketiak dapat memberikan efek menenangkan karena berhubungan dengan respons fisiologis tubuh terhadap suhu dingin. Paparan suhu dingin yang tiba-tiba dapat memicu refleks ‘dive reflex’ atau refleks menyelam, yang secara alami menurunkan detak jantung dan tekanan darah.

Dr. Jiemi Ardian, yang juga merupakan staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan lebih lanjut bahwa respons ini mirip dengan yang terjadi ketika seseorang membenamkan wajah ke dalam air dingin. Efek penurunan detak jantung dan pernapasan yang lebih lambat ini secara tidak langsung dapat membantu menenangkan sistem saraf simpatik, yang seringkali aktif berlebihan saat seseorang mengalami kecemasan.

Lebih spesifik lagi, dr. Jiemi menyebutkan bahwa area ketiak dipilih karena memiliki banyak pembuluh darah besar yang dekat dengan permukaan kulit. Hal ini memungkinkan suhu dingin dari kompres es untuk lebih cepat diserap oleh tubuh dan memicu respons fisiologis yang diinginkan. Pengalaman pribadi beberapa individu yang mencoba metode ini juga dilaporkan memberikan rasa lega sementara.

Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa kompres es di ketiak bukanlah pengobatan utama untuk gangguan kecemasan. Psikiater mengingatkan bahwa teknik ini lebih bersifat sebagai strategi penanganan sementara atau pelengkap untuk meredakan gejala kecemasan akut, bukan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi akar permasalahan kecemasan.

Para ahli kesehatan mental menekankan bahwa gangguan kecemasan adalah kondisi medis yang kompleks dan memerlukan penanganan profesional. Jika seseorang mengalami kecemasan yang signifikan, berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog sangat dianjurkan. Mereka dapat memberikan diagnosis yang tepat dan merancang rencana pengobatan yang sesuai, yang mungkin mencakup terapi bicara (psikoterapi), obat-obatan, atau kombinasi keduanya.

Meskipun kompres es di ketiak dapat memberikan sedikit kelegaan, para profesional kesehatan mental menyarankan agar metode ini tidak digunakan sebagai pengganti intervensi medis yang terbukti. Penggunaan kompres es sebaiknya dilihat sebagai bagian dari pendekatan holistik terhadap kesehatan mental, yang juga mencakup gaya hidup sehat, teknik relaksasi lainnya, dan dukungan profesional.

Pihak-pihak yang tertarik untuk mencoba metode ini disarankan untuk melakukannya dengan hati-hati dan memperhatikan respons tubuh masing-masing. Jika gejala kecemasan terus berlanjut atau memburuk, langkah pertama yang paling bijak adalah mencari bantuan dari tenaga medis profesional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp