Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan segera menghadirkan layanan kesehatan mental dan psikologis bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi dan penanganan trauma mendalam yang mungkin dialami para korban pasca-bencana.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa penanganan kesehatan mental merupakan prioritas utama dalam respons bencana. “Kita tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tapi juga pemulihan psikologis dan mental korban,” ujar Wamenkes dalam sebuah kesempatan.
Menurut Wamenkes, penanganan trauma pasca-gempa memerlukan pendekatan yang komprehensif. Kemenkes berencana mengintegrasikan layanan kesehatan jiwa ke dalam program pemulihan yang sudah berjalan. Ini mencakup penyediaan konseling, dukungan psikososial, dan pendampingan bagi individu maupun kelompok yang membutuhkan.
Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah dengan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di daerah terdampak. Pelatihan khusus mengenai penanganan trauma dan gangguan kesehatan mental akan diberikan kepada para profesional kesehatan agar mereka siap memberikan dukungan yang efektif. Selain itu, Kemenkes juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk relawan dan organisasi kemanusiaan, dalam upaya pemulihan psikososial.
Dante Saksono juga menekankan pentingnya membangun resiliensi atau ketangguhan mental di kalangan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan pemberdayaan dan edukasi, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengelola stres dan trauma yang timbul akibat bencana. “Kami ingin memastikan bahwa setiap korban mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk kembali menjalani kehidupan normal,” pungkasnya.
Sebelumnya, gempa bumi dengan magnitudo besar telah mengguncang beberapa wilayah di NTT, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa. Dampak psikologis dari peristiwa tersebut diprediksi akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga intervensi kesehatan mental menjadi sangat krusial dalam fase pemulihan pasca-bencana.
