Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Kemenkes Bantah Peringatan Virus Zika dari AS, Epidemiolog Ungkap Risiko Penularan Tanpa Gejala

Oleh Destian August 26, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara tegas membantah adanya peringatan virus Zika yang beredar luas di Bali, menyusul informasi yang datang dari Amerika Serikat. Meskipun Kemenkes telah memberikan klarifikasi, kekhawatiran mengenai potensi penularan virus Zika tetap mengemuka.

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, angkat bicara mengenai isu ini. Ia menjelaskan bahwa risiko deteksi virus Zika di lapangan kemungkinan lebih rendah dari angka sebenarnya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kasus infeksi virus Zika yang tidak menunjukkan gejala atau bersifat asimptomatik. Kondisi ini menjadi perhatian utama karena individu yang terinfeksi tanpa gejala pun berpotensi menularkan virus kepada orang lain.

Dicky Budiman menekankan bahwa infeksi virus Zika, terutama pada ibu hamil, memiliki risiko yang signifikan. “Jika ibu hamil terinfeksi virus Zika, ada potensi besar bayi yang dilahirkan mengalami cacat lahir yang dikenal sebagai sindrom Zika atau mikrosefali,” ujarnya. Mikrosefali adalah kondisi di mana ukuran kepala bayi lebih kecil dari ukuran normal, yang dapat menyebabkan masalah perkembangan neurologis.

Gejala infeksi virus Zika yang muncul pada sebagian kecil kasus umumnya ringan dan mirip dengan demam berdarah atau demam chikungunya. Gejala tersebut meliputi demam, ruam kulit, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, dan konjungtivitis atau mata merah. Masa inkubasi virus Zika, yaitu jeda waktu dari gigitan nyamuk terinfeksi hingga timbulnya gejala, biasanya berkisar antara 3 hingga 14 hari, namun bisa juga mencapai 21 hari.

Meskipun Kemenkes telah menyatakan bahwa tidak ada kasus virus Zika yang dilaporkan di Indonesia, kewaspadaan tetap diperlukan. Pencegahan penularan virus Zika berfokus pada pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan perantara utama penyebaran virus ini. Upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan penggunaan kelambu saat tidur tetap menjadi metode pencegahan yang efektif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp