Saturday, 12 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Waspada! Kenali 5 Tanda Makanan Kulkas Berbahaya, Segera Buang untuk Hindari Keracunan Pangan

Oleh Destian September 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Menyimpan makanan di lemari es merupakan cara umum untuk memperpanjang kesegarannya. Namun, tidak semua makanan yang disimpan di dalamnya aman dikonsumsi selamanya. Mengenali tanda-tanda makanan yang sudah basi sangat krusial untuk mencegah keracunan pangan. Lima indikator utama, mulai dari perubahan aroma, tekstur, warna, hingga munculnya jamur, dapat menjadi peringatan dini bahwa makanan tersebut tidak layak lagi untuk dikonsumsi dan sebaiknya segera dibuang.

Ahli keamanan pangan dari berbagai lembaga kesehatan sering menekankan pentingnya kepekaan terhadap perubahan fisik pada makanan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), makanan yang sudah membusuk dapat mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria monocytogenes, yang dapat menyebabkan penyakit serius.

Salah satu ciri paling jelas dari makanan yang sudah tidak layak adalah perubahan aroma. Makanan segar umumnya memiliki bau yang khas dan menyenangkan, atau bahkan tidak berbau sama sekali. Sebaliknya, makanan yang basi seringkali mengeluarkan bau asam, tengik, busuk, atau bahkan bau amonia yang menyengat. Jangan pernah mencoba mencicipi makanan hanya untuk memastikan baunya karena ini dapat berisiko.

Perubahan tekstur juga merupakan indikator penting. Daging segar yang mulai membusuk mungkin menjadi lengket atau berlendir. Sayuran dan buah-buahan yang layu dan lembek, atau mengeluarkan cairan berlebih, juga bisa menandakan pembusukan. Produk susu seperti keju atau yogurt yang mulai mengental secara tidak wajar atau menggumpal juga perlu diwaspadai.

Perubahan warna pada makanan seringkali menjadi tanda visual yang paling kentara. Jamur yang tumbuh pada roti, keju, atau buah-buahan adalah indikator yang jelas bahwa makanan tersebut sudah tidak aman. Selain itu, daging yang berubah warna menjadi kehijauan atau keabu-abuan, atau ikan yang matanya menjadi keruh dan insangnya berwarna pucat, menunjukkan bahwa kesegarannya telah hilang.

Munculnya jamur dan lendir adalah tanda yang paling mencolok dan tidak dapat diabaikan. Jamur tidak hanya merusak penampilan makanan tetapi juga dapat menghasilkan mikotoksin, zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan. Lendir yang muncul pada permukaan makanan, terutama daging dan produk olahannya, seringkali merupakan hasil dari pertumbuhan bakteri.

Selain kelima ciri utama tersebut, penting juga untuk memperhatikan tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan produk. Meskipun tanggal tersebut adalah panduan, kualitas makanan bisa saja menurun sebelum tanggal tersebut jika tidak disimpan dengan benar. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia secara rutin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memperhatikan label kemasan dan menyimpan makanan sesuai petunjuk.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap keamanan pangan di rumah tangga. Edukasi mengenai praktik penyimpanan makanan yang benar dan pengenalan tanda-tanda makanan basi diharapkan dapat meminimalkan kasus keracunan pangan. Kampanye kesadaran publik mengenai kebersihan pangan diperkirakan akan terus digalakkan menjelang periode liburan panjang yang seringkali diiringi peningkatan konsumsi makanan olahan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp