Friday, 4 September 2026
BREAKING
Berita

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, MUI Imbau Umat Islam Gelar Salat Istisqa

Oleh Ishak September 4, 2026 49 minutes lalu 0 komentar

Indonesia tengah dilanda kekeringan parah dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di berbagai wilayah. Menanggapi kondisi darurat ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan Salat Istisqa, yaitu salat memohon hujan.

Imbauan ini dikeluarkan MUI sebagai respons atas meningkatnya jumlah daerah yang terdampak kekeringan dan kebakaran hutan. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa sejumlah provinsi telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla, dengan luasan lahan yang terbakar terus bertambah setiap harinya.

Kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia diperparah oleh fenomena El Nino yang diprediksi akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. El Nino menyebabkan penurunan curah hujan yang signifikan, berdampak pada menipisnya sumber air, gagal panen, dan meningkatnya risiko kebakaran. Sejumlah daerah melaporkan krisis air bersih yang mulai dirasakan masyarakat.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan menjadi ancaman serius di beberapa provinsi, terutama di Sumatera dan Kalimantan. Asap akibat karhutla tidak hanya mengancam ekosistem dan keanekaragaman hayati, tetapi juga menimbulkan masalah kesehatan masyarakat akibat polusi udara. Kualitas udara di beberapa kota dilaporkan memburuk secara drastis.

Dalam imbauannya, MUI menekankan pentingnya salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual umat Islam dalam menghadapi cobaan. Salat ini merupakan wujud penyerahan diri dan permohonan pertolongan kepada Allah SWT atas musibah yang sedang terjadi. Diharapkan, dengan memohon ampun dan meminta hujan, Allah SWT berkenan menurunkan rahmat-Nya.

MUI juga menyarankan agar pelaksanaan Salat Istisqa disertai dengan zikir, doa, dan taubat. Selain itu, umat Islam juga diimbau untuk meningkatkan amal kebajikan dan menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Tindakan preventif dan mitigasi bencana juga tetap menjadi prioritas.

Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terkait terus berupaya melakukan penanganan karhutla, mulai dari patroli darat dan udara, pemadaman api, hingga upaya pencegahan. Namun, upaya ini membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk melalui doa dan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan.

Imbauan MUI ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh lapisan masyarakat untuk merenungkan kondisi alam yang sedang bergejolak dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Pelaksanaan Salat Istisqa diharapkan dapat memberikan ketenangan batin sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan situasi kekeringan dan karhutla, serta mengikuti arahan dan imbauan yang diberikan demi keselamatan bersama.

Bagikan: Facebook X WhatsApp