Thursday, 27 August 2026
BREAKING
Kesehatan

GTM pada Balita: Lebih dari Sekadar Susah Makan, Kenali Akar Masalah dan Solusi Efektif

Oleh Destian August 27, 2026 59 minutes lalu 0 komentar

Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak usia balita merupakan fenomena yang kerap dihadapi orang tua, namun seringkali disalahartikan sebagai sekadar ‘susah makan’. Padahal, di balik penolakan makan tersebut, terdapat berbagai faktor yang memicu, mulai dari kebiasaan makan yang kurang tepat hingga kondisi emosional anak saat sesi makan.

Menurut para ahli, GTM bisa berakar dari pengalaman negatif yang dialami anak saat makan. Ketika anak dipaksa, diancam, atau bahkan diberi iming-imingi berlebihan untuk makan, hal ini justru dapat menimbulkan trauma dan asosiasi negatif terhadap makanan. “Anak bisa saja merasa tertekan atau takut saat jam makan tiba, sehingga ia memilih untuk menutup mulutnya,” ujar seorang pakar perkembangan anak dalam sebuah diskusi.

Kebiasaan makan yang kurang terstruktur juga menjadi salah satu penyebab utama GTM. Misalnya, jika anak terbiasa ngemil sebelum waktu makan utama, tentu saja ia tidak akan merasa lapar. Lingkungan makan yang tidak menyenangkan, seperti suasana tegang, banyak gangguan, atau bahkan orang tua yang terlalu stres, juga sangat memengaruhi nafsu makan anak. “Suasana yang positif dan tenang akan membuat anak lebih rileks dan mau mencoba berbagai jenis makanan,” tambahnya.

Mengatasi GTM memerlukan pendekatan yang berbeda dari sekadar memaksa. Kuncinya adalah menciptakan pengalaman makan yang positif dan menyenangkan bagi anak. Orang tua perlu membangun rutinitas makan yang teratur, menghindari pemberian camilan berlebihan di antara waktu makan, dan menciptakan lingkungan makan yang kondusif.

Salah satu strategi yang direkomendasikan adalah dengan melibatkan anak dalam proses persiapan makanan, sejauh usianya memungkinkan. Hal ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan ketertarikan pada makanan. Selain itu, menyajikan makanan dalam tampilan yang menarik dan bervariasi juga dapat menggugah selera makan anak. Penting untuk diingat, proses ini membutuhkan kesabaran dan konsistensi dari orang tua.

Jika GTM berlanjut dan menimbulkan kekhawatiran serius mengenai asupan nutrisi anak, konsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi sangat disarankan. Mereka dapat membantu mengidentifikasi masalah yang lebih mendalam dan memberikan panduan yang tepat sesuai dengan kondisi spesifik anak.

Bagikan: Facebook X WhatsApp