Kuala Lumpur International Airport (KLIA) digemparkan dengan penemuan mayat di dalam ruang roda sebuah pesawat pada hari Rabu (28/8/2024). Insiden tak terduga ini terjadi sesaat sebelum pesawat dijadwalkan untuk lepas landas, menimbulkan pertanyaan serius mengenai prosedur keamanan bandara dan maskapai penerbangan.
Penemuan mengejutkan ini pertama kali dilaporkan oleh kru pembersih pesawat yang tengah melakukan tugas rutin mereka. Mayat tersebut ditemukan di kompartemen roda pendaratan pesawat, sebuah area yang seharusnya tidak dapat diakses oleh penumpang maupun kru yang tidak berkepentingan.
Menurut laporan dari Bernama, kantor berita nasional Malaysia, otoritas bandara dan kepolisian segera bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan. Area sekitar pesawat yang terlibat langsung disterilkan untuk penyelidikan lebih lanjut. Pesawat tersebut, yang diidentifikasi sebagai milik maskapai Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV823 menuju Jeddah, Arab Saudi, dilaporkan mengalami penundaan keberangkatan akibat insiden ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada identitas resmi yang dirilis oleh pihak berwenang mengenai jenazah yang ditemukan. Namun, penyelidikan awal mengarah pada kemungkinan bahwa individu tersebut merupakan seorang penumpang gelap atau seseorang yang berhasil menyusup ke dalam area kargo atau ruang roda pesawat. Pihak kepolisian sedang berupaya mengidentifikasi korban dan mencari tahu bagaimana ia bisa berada di dalam ruang roda pesawat.
Direktur Keamanan Penerbangan Malaysia, Datoβ Sri Azharuddin Abdul Rahman, dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh The Star, menyatakan bahwa insiden ini tengah diselidiki secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya prosedur keamanan yang ketat di semua titik akses bandara untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Penyelidikan akan mencakup tinjauan terhadap rekaman CCTV dan wawancara dengan personel bandara yang bertugas.
Maskapai Saudia Airlines sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, penundaan keberangkatan pesawat SV823 telah dikonfirmasi, dan penumpang dialihkan ke penerbangan lain atau diberikan akomodasi sementara. Pihak maskapai diperkirakan akan merilis informasi lebih lanjut setelah penyelidikan internal selesai dilakukan.
Penemuan mayat di ruang roda pesawat bukanlah kejadian pertama di dunia, namun insiden di KLIA ini kembali menyoroti kerentanan dalam sistem keamanan bandara global. Otoritas penerbangan Malaysia diharapkan akan segera mengeluarkan rekomendasi untuk memperketat pengawasan dan prosedur di bandara-bandara di seluruh negeri.
Pihak kepolisian masih terus melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap kronologi pasti kejadian ini, termasuk bagaimana korban bisa masuk ke dalam ruang roda pesawat dan apa motifnya. Hasil otopsi jenazah juga diharapkan dapat memberikan petunjuk penting terkait penyebab kematian dan identitas korban.
