Tuesday, 11 August 2026
BREAKING
Ekonomi

Ekonomi RI 5% Stagnan: Kesalahan Fatal Ini Bikin Indonesia Tertinggal dari Vietnam

Oleh Ishak August 11, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dilaporkan stagnan di kisaran 5% menjadi sorotan utama. Analisis terbaru mengungkap adanya satu kesalahan fundamental dalam kebijakan ekonomi yang diduga menjadi penyebab utama Indonesia tertinggal pesat dari Vietnam dalam beberapa tahun terakhir. Kesalahan ini berakar pada strategi pembangunan industri yang kurang tepat sasaran.

Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam menunjukkan performa ekonomi yang impresif, melampaui pertumbuhan Indonesia secara konsisten. Angka pertumbuhan ekonomi Vietnam seringkali berada di atas 5%, bahkan mencapai lebih dari 7% pada periode tertentu sebelum pandemi. Sementara itu, Indonesia, meskipun memiliki potensi besar, masih berkutat di angka pertumbuhan yang relatif moderat.

Kesalahan fatal yang diidentifikasi terletak pada fokus pembangunan industri yang cenderung mengandalkan sumber daya alam dan industri hilir tanpa penguatan industri hulu yang kuat. Hal ini membuat rantai pasok Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan baku dan komponen, sehingga nilai tambah yang dihasilkan tidak optimal dan daya saing global menjadi terbatas.

Berbeda dengan Indonesia, Vietnam secara agresif mendorong pengembangan industri manufaktur yang berorientasi ekspor dengan fokus pada sektor-sektor seperti elektronik, tekstil, dan alas kaki. Mereka berhasil menarik investasi asing langsung (FDI) yang signifikan dengan menawarkan insentif yang menarik dan membangun ekosistem industri yang mendukung, termasuk penguatan pada industri pendukung dan komponen.

Data menunjukkan bahwa ekspor Vietnam didominasi oleh produk manufaktur bernilai tambah tinggi, sementara ekspor Indonesia masih banyak bergantung pada komoditas primer seperti batu bara, minyak sawit, dan mineral. Ketergantungan pada komoditas membuat ekonomi Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global.

Salah satu aspek krusial yang membedakan kedua negara adalah kebijakan investasi dan kemudahan berusaha. Vietnam dinilai lebih unggul dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, termasuk penyederhanaan regulasi, kepastian hukum, dan infrastruktur yang memadai untuk mendukung aktivitas industri.

Dampak dari kesalahan strategi ini terasa pada terbatasnya penciptaan lapangan kerja berkualitas di sektor manufaktur yang inovatif dan tingginya angka pengangguran terbuka yang belum terserap sepenuhnya. Selain itu, defisit neraca perdagangan di beberapa sektor juga menunjukkan adanya kelemahan struktural dalam industri dalam negeri.

Para ekonom menekankan pentingnya Indonesia untuk segera mereformasi strategi pembangunannya. Fokus harus digeser dari sekadar hilirisasi komoditas menjadi penguatan industri manufaktur yang terintegrasi dari hulu ke hilir, didukung oleh inovasi teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan perbaikan iklim investasi secara menyeluruh. Transformasi ini krusial agar Indonesia dapat kembali kompetitif di kancah global dan mencapai potensi pertumbuhan ekonomi yang sesungguhnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp