Monday, 24 August 2026
BREAKING
Ekonomi

DSI Perkuat Pengawasan Komoditas Strategis Lewat Sistem Pelacakan Kapal dan Data Digital

Oleh Ishak August 24, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melalui Direktorat Standardisasi dan Pelayanan Kepabeanan (DSI) meluncurkan dua jurus baru untuk memperluas cakupan pantauan terhadap komoditas strategis. Langkah ini mencakup implementasi sistem pelacakan kapal secara real-time dan penguatan pemanfaatan data digital untuk mengidentifikasi pergerakan barang berisiko tinggi.

Inisiatif ini merupakan respons terhadap tantangan dalam mengendalikan peredaran komoditas strategis yang kerap menjadi sasaran penyelundupan, seperti produk pertanian, hasil perikanan, hingga bahan baku industri penting. Sistem pelacakan kapal diharapkan dapat memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap arus keluar masuk barang di pelabuhan dan jalur laut.

Kepala DSI, Wienarko menerangkan bahwa sistem pelacakan kapal yang akan disiapkan ini bertujuan untuk memantau pergerakan kapal yang mengangkut komoditas strategis secara lebih akurat. Hal ini akan mempermudah identifikasi kapal yang berpotensi melakukan aktivitas ilegal atau menyimpang dari rute yang telah ditetapkan.

Selain pelacakan fisik kapal, DSI juga akan fokus pada penguatan pemanfaatan data digital. Upaya ini mencakup pengembangan sistem analisis data yang lebih canggih untuk mendeteksi pola-pola mencurigakan dalam manifes kapal, laporan keberangkatan dan kedatangan, serta data perdagangan lainnya. Tujuannya adalah untuk mendeteksi dini potensi penyelundupan atau pelanggaran lainnya.

Penguatan ini juga didukung dengan integrasi data dari berbagai instansi terkait, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kolaborasi data ini diharapkan dapat menciptakan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pergerakan komoditas strategis dari hulu ke hilir.

Peningkatan pengawasan ini diharapkan dapat berdampak signifikan dalam menekan angka penyelundupan komoditas strategis yang selama ini merugikan negara. Selain kerugian finansial, penyelundupan juga dapat mengganggu stabilitas pasokan dan harga komoditas di pasar domestik.

Sebelumnya, DJBC telah melakukan berbagai upaya untuk mengamankan perbatasan dan pelabuhan, termasuk peningkatan sumber daya manusia dan teknologi. Namun, tantangan berupa modus operandi pelaku penyelundupan yang terus berkembang menuntut adaptasi strategi yang lebih dinamis.

Dengan dua jurus baru ini, DSI berupaya untuk meningkatkan efektivitas pengawasan Bea Cukai. Fokus pada teknologi pelacakan dan analisis data digital menjadi kunci untuk menghadapi kompleksitas perdagangan global dan mencegah kerugian negara akibat penyelundupan komoditas strategis di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp