PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor beton pracetak, menargetkan perolehan kontrak baru senilai Rp 5 triliun pada tahun 2026. Target ambisius ini didorong oleh rencana ekspansi perusahaan ke pasar internasional, seiring dengan upaya penguatan fundamental bisnis pasca restrukturisasi.
Direktur Utama WSBP, Mochamad Yusuf, mengungkapkan bahwa target Rp 5 triliun tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk terus tumbuh dan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. “Kita punya target untuk 2026 itu kurang lebih Rp 5 triliun. Kami optimis bisa tercapai,” ujar Yusuf dalam sebuah kesempatan.
Ekspansi ke luar negeri menjadi salah satu kunci utama dalam mencapai target tersebut. WSBP tengah menjajaki potensi pasar di beberapa negara, meskipun detail spesifik mengenai negara tujuan dan proyek yang dibidik belum diuraikan secara rinci. Namun, langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan untuk tidak hanya mengandalkan pasar domestik.
Sebelumnya, WSBP telah melalui proses restrukturisasi yang cukup signifikan. Langkah ini diambil untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan dan memastikan keberlanjutan operasional. Pasca restrukturisasi, perusahaan berupaya untuk kembali mendapatkan kepercayaan pasar dan investor.
Kinerja keuangan WSBP mulai menunjukkan tren positif. Pada kuartal III 2023, perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 100,86 miliar, sebuah peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih merugi. Angka ini menjadi indikator awal keberhasilan strategi perbaikan yang dijalankan.
Pendapatan usaha WSBP pada kuartal III 2023 juga tercatat sebesar Rp 3,43 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa operasional perusahaan berjalan lancar dan mampu menghasilkan pendapatan yang substansial.
Dukungan dari induk usaha, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, juga menjadi faktor penting dalam rencana ekspansi WSBP. Kolaborasi dan sinergi antar BUMN diharapkan dapat memperkuat posisi WSBP dalam memenangkan tender proyek, baik di dalam maupun luar negeri.
Dengan target kontrak Rp 5 triliun dan rencana ekspansi internasional, WSBP menatap masa depan yang lebih cerah. Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengeksekusi proyek-proyek baru serta menjaga kualitas produk dan layanan di pasar yang semakin kompetitif.
