Saturday, 5 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Baru 10 Persen Produk Kosmetik Indonesia Kantongi Sertifikasi Halal, PERKOSMI Soroti Tantangan Industri

Oleh Destian September 5, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Persentase produk kosmetik yang telah mengantongi sertifikasi halal di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu baru mencapai 10 persen. Angka ini diungkapkan oleh Perhimpunan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI), yang menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi industri dalam upaya memperluas sertifikasi halal.

Ketua Umum PERKOSMI, Solihin, menyatakan bahwa meskipun kesadaran akan pentingnya produk halal terus meningkat di kalangan konsumen muslim, realisasi sertifikasi di tingkat produsen masih menghadapi hambatan. Diperkirakan, dari ribuan produk kosmetik yang beredar di pasar, hanya sebagian kecil yang telah melalui proses sertifikasi halal yang diakui oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Salah satu faktor utama yang menghambat adalah kompleksitas dan biaya yang terkait dengan proses sertifikasi. Produsen, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kosmetik, seringkali kesulitan dalam memenuhi persyaratan administratif, teknis, dan finansial untuk mendapatkan sertifikat halal. Keterbatasan sumber daya menjadi kendala signifikan bagi mereka.

Selain itu, pemahaman mengenai standar dan regulasi produk halal yang terus berkembang juga menjadi tantangan tersendiri. PERKOSMI terus berupaya memberikan edukasi dan pendampingan kepada anggotanya agar dapat memahami dan mengimplementasikan standar halal dengan baik. Kolaborasi dengan BPJPH dan lembaga terkait lainnya diharapkan dapat mempermudah proses ini.

Solihin menambahkan bahwa ada pula tantangan terkait rantai pasok bahan baku. Memastikan seluruh komponen yang digunakan dalam formulasi kosmetik, mulai dari bahan mentah hingga bahan tambahan, sudah bersertifikat halal memerlukan audit yang cermat dan kerja sama yang baik dengan para pemasok. Hal ini menjadi krusial untuk menjaga integritas kehalalan produk akhir.

Meskipun demikian, PERKOSMI optimis bahwa angka sertifikasi halal akan terus meningkat di masa mendatang. Dorongan dari pemerintah melalui berbagai kebijakan yang mendukung produk halal, serta permintaan pasar yang kuat dari konsumen muslim, menjadi motivasi besar bagi industri kosmetik untuk terus berbenah.

PERKOSMI berkomitmen untuk terus mengadvokasi dan memfasilitasi anggotanya agar dapat lebih banyak lagi produk kosmetik lokal yang memenuhi standar kehalalan. Upaya ini penting tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang besar, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing produk kosmetik Indonesia di kancah internasional, terutama di negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim.

Pihak PERKOSMI dijadwalkan akan menggelar forum diskusi dengan BPJPH dan para pelaku industri pada kuartal ketiga tahun ini untuk membahas strategi percepatan sertifikasi halal produk kosmetik dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp