Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
Kesehatan

Bahaya Tambal Gigi Online: Tren Meresahkan Berujung Infeksi

Oleh Destian September 2, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Tren praktik ‘tambal gigi online’ kini menjadi sorotan dan menimbulkan kekhawatiran. Alih-alih memberikan solusi, metode tidak profesional ini justru dilaporkan memperparah kondisi kesehatan gigi pasien, bahkan memicu infeksi.

Fenomena yang mengemuka ini memunculkan pertanyaan tentang mengapa masih ada masyarakat yang tergiur untuk menggunakan jasa tambal gigi yang dipasarkan secara daring. Keberadaan tren ini diduga kuat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kemudahan akses dan potensi harga yang lebih terjangkau dibandingkan perawatan gigi konvensional di klinik resmi.

Seorang pasien, sebut saja Ibu Ani (nama samaran), menjadi salah satu korban dari praktik berbahaya ini. Ia mengaku tergiur dengan promosi tambal gigi yang ditawarkan melalui media sosial. “Awalnya saya lihat iklannya di Instagram, katanya praktis dan murah. Saya pikir lumayan untuk menambal sedikit lubang di gigi saya,” ujarnya.

Namun, pengalaman Ibu Ani berujung petaka. Setelah melakukan prosedur yang dilakukan oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi medis, giginya mengalami pembengkakan parah dan rasa sakit yang tak tertahankan. “Setelah beberapa hari, gigi saya malah makin sakit, bengkak, dan keluar nanah. Akhirnya saya terpaksa pergi ke dokter gigi beneran,” keluh Ibu Ani.

Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi, drg. Rina Amelia, M.Kes., Sp.KG., menegaskan bahwa praktik tambal gigi online sangat berisiko. “Tambal gigi adalah prosedur medis yang membutuhkan diagnosis, sterilisasi alat, dan penanganan yang tepat oleh tenaga profesional. Melakukan tindakan ini tanpa pengawasan dokter gigi dapat menyebabkan infeksi, kerusakan saraf gigi, bahkan kehilangan gigi,” jelas drg. Rina.

Ia menambahkan, “Bahan yang digunakan pun belum tentu aman dan sesuai standar. Penggunaan alat yang tidak steril jelas menjadi ancaman serius bagi kesehatan mulut dan tubuh pasien.” drg. Rina mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran perawatan gigi yang tidak jelas asal-usulnya, terutama yang dilakukan secara mandiri atau oleh pihak yang tidak memiliki izin praktik kedokteran gigi.

Maraknya tren ini juga mendapat perhatian dari organisasi profesi. Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg. Usman Sumantri, M.Sc., menyatakan keprihatinannya. “Kami terus mengimbau masyarakat untuk selalu datang ke fasilitas kesehatan gigi resmi yang memiliki dokter gigi berlisensi. Keamanan dan kesehatan pasien adalah prioritas utama,” tegas drg. Usman.

PDGI sendiri telah berupaya melakukan edukasi melalui berbagai kanal, namun tantangan terbesar adalah menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang mungkin masih awam terhadap risiko kesehatan gigi yang sebenarnya. Upaya kolaborasi dengan pihak kepolisian dan platform digital juga terus dilakukan untuk menindak praktik ilegal yang merugikan ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp