Sunday, 6 September 2026
BREAKING
Teknologi

Awan Abu Erupsi Anak Krakatau Capai Ketinggian Tropopause, Terdeteksi Citra Satelit

Oleh Achmad September 6, 2026 47 minutes lalu 0 komentar

Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang signifikan. Sebuah erupsi besar terekam oleh satelit, dengan jejak awan panas dan abu vulkanik yang membentang sejauh 851 kilometer. Ketinggian kolom erupsi diperkirakan mencapai 13 hingga 17 kilometer, bahkan diduga telah menembus lapisan tropopause.

Pemantauan ini dilakukan oleh tim peneliti yang memanfaatkan data citra satelit. Mereka berhasil mendeteksi dan mengukur dimensi serta ketinggian awan yang dilontarkan saat erupsi terjadi. Angka 851 kilometer menjadi indikator seberapa luas sebaran material vulkanik yang dibawa oleh angin ke atmosfer atas.

Ketinggian kolom erupsi yang diperkirakan mencapai 13-17 kilometer ini sangatlah signifikan. Ketinggian tersebut mengindikasikan energi erupsi yang besar dan mampu mengangkat material vulkanik hingga lapisan stratosfer bawah. Fenomena ini menarik perhatian para ilmuwan karena berpotensi mempengaruhi cuaca dan iklim dalam skala regional, bahkan global, jika berlangsung dalam durasi yang lama.

Lapisan tropopause sendiri merupakan batas antara troposfer dan stratosfer, yang umumnya berada pada ketinggian sekitar 7 hingga 20 kilometer di atas permukaan bumi, tergantung pada garis lintang dan musim. Keterlibatan tropopause dalam erupsi ini menunjukkan bahwa abu vulkanik tidak hanya menyebar di lapisan atmosfer bagian bawah, tetapi juga mencapai ketinggian yang jauh lebih tinggi.

Informasi mengenai ketinggian erupsi ini sangat krusial bagi dunia penerbangan. Maskapai penerbangan biasanya akan mengubah rute atau menunda penerbangan jika terdeteksi adanya awan abu vulkanik pada ketinggian jelajah pesawat. Hal ini untuk mencegah kerusakan pada mesin pesawat yang dapat berakibat fatal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi lebih lanjut mengenai durasi erupsi atau potensi dampaknya secara luas. Namun, pemantauan terus dilakukan secara intensif oleh badan meteorologi dan geofisika terkait untuk memberikan peringatan dini jika diperlukan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp