Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mendesak penguatan infrastruktur internet nasional sebagai langkah krusial untuk mewujudkan target konektivitas 100 Mbps. Upaya ini menjadi pondasi utama dalam mendukung agenda transformasi digital di Indonesia yang semakin masif.
Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menegaskan bahwa peningkatan kualitas dan kecepatan akses internet bukan sekadar ambisi, melainkan sebuah keharusan. “Kita perlu mendorong penguatan infrastruktur nasional secara menyeluruh. Target 100 Mbps ini adalah langkah penting untuk memastikan semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat penuh dari ekosistem digital yang terus berkembang,” ujar Arif pada acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) APJII di Jakarta, Kamis (14/12/2023).
Arif menambahkan, kolaborasi erat dengan pemerintah menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut. Sinergi antara APJII dan berbagai kementerian/lembaga terkait diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur yang merata, mulai dari perkotaan hingga daerah terpencil.
APJII melihat bahwa konektivitas internet yang andal dan cepat adalah tulang punggung bagi berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, UMKM, dan layanan publik lainnya. Tanpa infrastruktur yang memadai, kesenjangan digital akan semakin lebar, menghambat potensi pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Lebih lanjut, APJII berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mengidentifikasi tantangan dan mencari solusi inovatif bersama pemerintah. Hal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari regulasi yang mendukung investasi infrastruktur, hingga percepatan perizinan pembangunan jaringan telekomunikasi.
Melalui Mukernas APJII yang juga dihadiri oleh berbagai stakeholder, asosiasi ini berharap dapat merumuskan langkah-langkah strategis yang konkret. Tujuannya adalah agar Indonesia tidak hanya mengejar target kecepatan internet, tetapi juga memastikan kualitas layanan yang merata dan terjangkau bagi seluruh rakyat.
