Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
Ekonomi

Angka Pengangguran Indonesia Masih 7,22 Juta Jiwa, BPS Ungkap Rinciannya

Oleh Ishak August 5, 2026 51 minutes lalu 0 komentar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia masih signifikan, mencapai 7,22 juta jiwa per Februari 2024. Angka ini menunjukkan tantangan berkelanjutan dalam penyerapan tenaga kerja nasional, meskipun terdapat tren perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut data terbaru dari BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2024 tercatat sebesar 5,32 persen. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan Februari 2023 yang berada di angka 5,74 persen, namun masih menjadi perhatian serius pemerintah dan pemangku kepentingan.

Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa mayoritas pengangguran masih didominasi oleh kelompok usia muda. Generasi Z dan milenial menjadi segmen yang paling terdampak, seringkali menghadapi kesulitan dalam memasuki pasar kerja karena berbagai faktor seperti kesenjangan keterampilan dan persaingan yang ketat.

Sektor-sektor ekonomi tertentu juga menunjukkan penyerapan tenaga kerja yang lebih rendah. Industri manufaktur, pertanian, dan jasa menjadi area yang terus dipantau perkembangannya dalam kaitannya dengan penciptaan lapangan kerja. BPS mengidentifikasi adanya pergeseran struktur ketenagakerjaan yang perlu diantisipasi.

Meskipun angka pengangguran masih tinggi, BPS juga mencatat adanya peningkatan jumlah penduduk yang bekerja. Per Februari 2024, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 146,75 juta orang, naik sebanyak 3,14 juta orang dibandingkan Februari 2023. Hal ini mengindikasikan adanya pemulihan aktivitas ekonomi pasca-pandemi.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus berupaya melakukan berbagai program untuk menekan angka pengangguran. Inisiatif seperti pelatihan vokasi, program padat karya, serta fasilitasi penciptaan lapangan kerja baru terus digalakkan. Fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama.

Kondisi pengangguran ini menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi kinerja ekonomi suatu negara. Tingginya angka pengangguran dapat berdampak pada penurunan daya beli masyarakat, peningkatan angka kemiskinan, dan potensi ketidakstabilan sosial.

Ke depan, upaya untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan industri akan terus menjadi prioritas. Diversifikasi sektor ekonomi, inovasi dalam penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan akses terhadap pendidikan dan pelatihan yang relevan akan menjadi kunci untuk mengatasi masalah pengangguran struktural di Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp