Mengonsumsi hidangan pedas, terutama yang menggunakan cabai, kerap meninggalkan ‘oleh-oleh’ kecil yang mengganggu: serpihan cabai yang tersangkut di sela-sela gigi. Fenomena umum ini ternyata berkaitan erat dengan struktur anatomi gigi manusia yang unik.
Menurut Dr. Ardiansyah, Sp.KG., seorang spesialis konservasi gigi, bentuk dan susunan gigi manusia secara alami memiliki celah-celah. Celah ini terbentuk antara gigi satu dengan gigi lainnya, serta antara gigi dengan gusi. “Gigi manusia itu kan tidak rata dan rapat sempurna. Ada lekukan-lekukan alami yang memang bisa menjadi tempat menempelnya sisa makanan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Ardiansyah memaparkan bahwa tak hanya bentuk gigi, kebersihan mulut yang kurang optimal juga memperparah kondisi. Sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik, termasuk serpihan cabai, akan lebih mudah menempel dan mengendap di area yang sulit dijangkau sikat gigi.
Ukuran partikel cabai yang cenderung kecil dan kadang berbentuk lembaran tipis menjadi faktor penentu lainnya. Bentuk ini memudahkannya menyelinap ke dalam celah-celah sempit di antara gigi. “Cabai, apalagi jika diolah dengan cara dicincang kasar atau dalam bentuk sambal, partikelnya bisa sangat kecil dan pipih. Ini yang membuatnya gampang tersangkut,” tambah Dr. Ardiansyah.
Untuk mengatasi masalah ini, kebiasaan menyikat gigi yang benar dan rutin sangatlah krusial. Penggunaan benang gigi atau flossing secara teratur juga disarankan untuk membersihkan sisa makanan yang terselip di area yang tidak terjangkau sikat gigi. “Penting sekali untuk membersihkan sela-sela gigi setelah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan seperti cabai. Flossing bisa membantu mengangkat sisa makanan yang tersembunyi,” pungkasnya.
