Fenomena jantung berdebar yang kerap dialami saat merasa cemas seringkali menimbulkan kekhawatiran. Pertanyaan pun muncul, apakah debaran jantung tersebut merupakan indikasi gangguan irama jantung atau aritmia, atau sekadar respons fisiologis tubuh terhadap kecemasan?
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Dicky Armadita, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa jantung berdebar yang disebabkan oleh kecemasan merupakan hal yang umum terjadi dan berbeda dengan aritmia.
Menurut dr. Dicky, kecemasan memicu pelepasan hormon stres seperti adrenalin. Hormon ini kemudian bekerja pada sistem saraf simpatik, yang bertanggung jawab atas respons ‘lawan atau lari’ tubuh. Peningkatan aktivitas sistem saraf simpatik inilah yang menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan kuat, menimbulkan sensasi berdebar.
“Ketika seseorang mengalami kecemasan, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin. Hormon ini akan memicu sistem saraf simpatik, yang menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan lebih kuat,” ujar dr. Dicky dalam sebuah kesempatan.
Beliau menambahkan, sensasi jantung berdebar akibat kecemasan ini biasanya akan mereda seiring dengan meredanya rasa cemas. Berbeda halnya dengan aritmia, yang merupakan gangguan pada irama listrik jantung dan dapat terjadi kapan saja, terlepas dari kondisi emosional seseorang.
Aritmia ditandai dengan detak jantung yang tidak teratur, bisa terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak beraturan. Gejala aritmia bisa lebih serius dan memerlukan penanganan medis, seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, hingga pingsan.
Untuk membedakan keduanya, dr. Dicky menyarankan agar memperhatikan pola kemunculan gejala. Jika jantung berdebar hanya terjadi saat merasa cemas atau stres dan menghilang ketika kondisi tersebut teratasi, kemungkinan besar itu adalah respons kecemasan. Namun, jika debaran jantung terjadi tanpa pemicu yang jelas, disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, atau berlangsung dalam durasi lama, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung.
Diagnosis yang tepat sangat penting untuk menentukan apakah jantung berdebar tersebut disebabkan oleh kecemasan belaka atau merupakan indikasi dari kondisi medis yang lebih serius seperti aritmia. Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) atau tes lainnya mungkin diperlukan untuk memastikan kondisi jantung pasien.
