Sebanyak 259 penumpang maskapai Citilink dilaporkan mengalami penderitaan selama delapan jam akibat matinya sistem pendingin udara (AC) di kabin pesawat. Insiden yang membuat penumpang kepanasan dan sesak ini terjadi saat pesawat berada di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kejadian nahas ini dialami oleh penumpang penerbangan Citilink nomor penerbangan QG 163 tujuan Jakarta pada Sabtu (12/8/2023). Menurut keterangan beberapa penumpang yang beredar di media sosial, masalah pada sistem AC pesawat terjadi sejak awal penumpang naik ke dalam kabin.
Para penumpang baru menyadari adanya masalah ketika pesawat sudah berada di landasan pacu dan menunggu giliran untuk lepas landas. Suhu di dalam kabin perlahan meningkat drastis, menimbulkan rasa tidak nyaman dan kepanasan yang hebat bagi seluruh penumpang. Situasi diperparah dengan kondisi kabin yang penuh sesak.
Kepanikan mulai muncul di antara penumpang yang merasa tercekik dan sulit bernapas akibat panas yang menyengat. Beberapa penumpang bahkan dilaporkan mengalami mual dan pusing. Upaya permintaan bantuan dari awak kabin tampaknya belum membuahkan hasil signifikan dalam waktu cepat.
Setelah berjam-jam terombang-ambing dalam suhu panas yang tak tertahankan, akhirnya pihak maskapai memutuskan untuk melakukan evakuasi penumpang. Penumpang kemudian diarahkan untuk turun dari pesawat dan menunggu di terminal bandara sambil menunggu penggantian unit pesawat.
Pihak Citilink melalui Vice President Corporate Secretary, Haryanto, telah memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Ia membenarkan adanya gangguan pada sistem pendingin udara pesawat jenis Airbus A320 yang melayani rute Kualanamu-Jakarta. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang penerbangan QG 163 pada tanggal 12 Agustus 2023, rute Kualanamu-Jakarta,” ujar Haryanto dalam keterangan tertulisnya.
Haryanto menjelaskan bahwa setelah mendapatkan laporan adanya gangguan pada sistem AC, tim teknis segera melakukan pemeriksaan. Namun, proses perbaikan memakan waktu yang cukup lama, sehingga keputusan untuk mengganti pesawat diambil demi kenyamanan dan keselamatan penumpang. Pesawat pengganti akhirnya tiba dan penerbangan dapat dilanjutkan setelah penundaan yang cukup panjang.
Akibat insiden ini, penerbangan QG 163 mengalami penundaan keberangkatan yang signifikan. Penumpang yang seharusnya sudah tiba di Jakarta, baru dapat melanjutkan perjalanan pada malam harinya. Pihak Citilink berjanji akan melakukan evaluasi internal untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
