Sunday, 13 September 2026
BREAKING
Kesehatan

Dokter Mata Peringatkan Bahaya Softlens di Tengah Debu Vulkanik

Oleh Destian September 13, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Penggunaan lensa kontak atau softlens saat membersihkan area yang terpapar abu vulkanik dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan mata. Dokter mata mengimbau masyarakat untuk mengganti softlens dengan kacamata saat beraktivitas di lingkungan berdebu, terutama pasca erupsi gunung berapi.

Abu vulkanik, yang terdiri dari partikel halus dan tajam, dapat dengan mudah menempel pada permukaan softlens. Hal ini berpotensi menyebabkan iritasi, luka pada kornea, bahkan infeksi yang mengancam penglihatan.

Menurut dr. Indri Amelia, Sp.M dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), partikel abu vulkanik yang menempel pada softlens akan bergesekan langsung dengan permukaan mata saat kelopak mata bergerak. “Gesekan ini bisa menyebabkan lecet pada kornea, yang kemudian menjadi pintu masuk bagi bakteri untuk menyebabkan infeksi,” jelas dr. Indri saat dihubungi pada Rabu (10/04/2024).

Beliau menambahkan, risiko ini semakin meningkat jika softlens tidak dibersihkan dengan benar atau jika mata digosok saat menggunakan lensa tersebut. Kebiasaan mengucek mata, yang mungkin sulit dihindari saat membersihkan rumah dari abu, akan memperparah kondisi.

Oleh karena itu, dr. Indri menyarankan agar masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah terdampak abu vulkanik, untuk sementara waktu beralih menggunakan kacamata. Kacamata dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap partikel asing yang beterbangan di udara.

“Jika memang harus beraktivitas di luar ruangan atau membersihkan rumah yang terkena abu, sangat disarankan untuk menggunakan kacamata daripada softlens. Ini untuk meminimalkan kontak langsung antara abu dengan permukaan mata,” tegasnya.

Bagi pengguna softlens yang terpaksa terpapar abu vulkanik, penting untuk segera melepaskan lensa kontak tersebut begitu berada di lingkungan yang aman. Segera bersihkan mata dengan larutan pembersih lensa yang sesuai atau air bersih jika tidak ada pilihan lain, dan periksakan mata jika timbul gejala iritasi, kemerahan, atau pandangan kabur.

Bagikan: Facebook X WhatsApp