Saturday, 12 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Festival “Nyalang”: Harmoni Nada dan Kata dalam Perayaan Budaya

Oleh Destian September 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Festival “Nyalang: Sebait Nada Sebaris Kata” resmi dibuka pada Sabtu (11/9/2026) di Jakarta, menandai dimulainya sebuah perayaan budaya yang berfokus pada kolaborasi harmonis antara musik dan sastra. Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini bertujuan untuk mengapresiasi dan mempromosikan kekayaan ekspresi seni Indonesia melalui berbagai pertunjukan dan diskusi.

Pembukaan festival yang berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. Dalam sambutannya, Nadiem Makarim menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin seni untuk menciptakan karya yang lebih kaya dan relevan bagi generasi muda. “‘Nyalang’ bukan sekadar festival, tetapi sebuah ruang bagi para seniman untuk berdialog, berinovasi, dan menunjukkan bahwa nada dan kata dapat bersatu padu menciptakan makna yang mendalam,” ujar Nadiem Makarim, seperti dilaporkan oleh Antara.

Festival “Nyalang” kali ini menampilkan beragam bentuk kolaborasi, mulai dari pembacaan puisi yang diiringi musik instrumental, pertunjukan teater yang memadukan dialog puitis dengan komposisi musik orisinal, hingga workshop yang mempertemukan musisi dan penulis. Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah penampilan kolaborasi antara penyair ternama Joko Pinurbo dan grup musik kontemporer Senyawa, yang dijadwalkan pada hari ketiga festival.

Rangkaian acara festival ini terbentang selama tiga hari, hingga Senin (13/9/2026), dan melibatkan puluhan seniman dari berbagai daerah di Indonesia. Selain pertunjukan utama, “Nyalang” juga menghadirkan sesi bincang santai (talkshow) yang mengupas proses kreatif di balik karya-karya kolaboratif, serta pameran instalasi seni yang merefleksikan tema harmoni nada dan kata.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Kemendikbudristek, festival ini merupakan inisiatif lanjutan dari program-program sebelumnya yang berfokus pada pengembangan ekosistem seni pertunjukan di Indonesia. Diharapkan, “Nyalang” dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi apresiasi seni dan mendorong lahirnya karya-karya baru yang inovatif di masa depan.

Para pengunjung yang hadir pada hari pertama festival menyambut baik konsep “Nyalang” yang dianggap segar dan mampu memadukan dua elemen seni yang seringkali berdiri sendiri. “Ini pertama kalinya saya melihat puisi dibawakan dengan musik yang begitu menyentuh. Rasanya seperti mendengarkan cerita yang hidup,” ungkap seorang pengunjung, Ayu Lestari, kepada Kompas.

Festival “Nyalang: Sebait Nada Sebaris Kata” akan terus menyajikan beragam pertunjukan menarik hingga penutupannya pada Senin (13/9/2026). Agenda selanjutnya yang perlu dipantau adalah presentasi hasil workshop kolaboratif yang akan digelar pada hari terakhir festival, serta pengumuman rencana penyelenggaraan “Nyalang” untuk tahun mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp