Friday, 11 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Kemenkes Waspadai Fenomena ‘Copycat Suicide’ Pasca-Insiden di GBK, Imbau Masyarakat Lakukan Ini

Oleh Destian September 11, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi bahaya fenomena ‘copycat suicide’ atau bunuh diri tiruan, menyusul insiden yang terjadi di area Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, menekankan pentingnya masyarakat untuk tidak meniru atau menjadikan insiden tersebut sebagai bahan perbincangan yang berlebihan guna mencegah dampak negatif lebih luas.

Insiden yang dimaksud terjadi pada awal September 2023, di mana seorang individu dilaporkan melakukan aksi bunuh diri di kawasan GBK. Peristiwa ini sontak menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial, memicu kekhawatiran Kemenkes akan potensi munculnya kasus serupa akibat paparan informasi yang masif.

“Kita harus waspada terhadap fenomena copycat suicide. Ini adalah respons terhadap pemberitaan yang mungkin bisa memicu orang lain untuk melakukan hal yang sama,” ujar Syahril dalam keterangan tertulis yang dirilis oleh Kemenkes, merujuk pada insiden di GBK.

Lebih lanjut, Kemenkes mengimbau media massa dan publik untuk berhati-hati dalam memberitakan atau membicarakan kasus bunuh diri. Pemberitaan yang terlalu detail mengenai metode atau lokasi kejadian dikhawatirkan dapat memberikan gambaran atau ide bagi individu yang memiliki kerentanan.

“Hindari pemberitaan yang terlalu eksplisit, apalagi sampai memuat cara, metode, atau lokasi kejadian secara detail. Ini sangat berisiko memicu orang lain yang sedang dalam kondisi rentan,” tegas Syahril. Ia menambahkan bahwa fokus pemberitaan sebaiknya dialihkan pada upaya pencegahan dan dukungan bagi kesehatan mental.

Kemenkes juga menyarankan agar masyarakat tidak mengagungkan atau menjadikan pelaku bunuh diri sebagai figur idola. Sebaliknya, perhatian harus diarahkan pada pentingnya mencari bantuan profesional ketika menghadapi masalah kesehatan mental.

“Jika ada anggota keluarga, teman, atau kenalan yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau memiliki niat untuk mengakhiri hidup, jangan ragu untuk segera mencari bantuan profesional. Ada banyak layanan kesehatan mental yang siap membantu,” kata Syahril.

Kemenkes terus mendorong peningkatan kesadaran akan kesehatan mental di masyarakat. Berbagai program dan kampanye telah diluncurkan untuk mengurangi stigma negatif terhadap isu kesehatan jiwa dan mempermudah akses terhadap layanan konseling serta terapi.

Pemerintah melalui Kemenkes berkomitmen untuk terus berupaya menekan angka bunuh diri di Indonesia dengan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai sektor, termasuk edukasi publik, penanganan krisis, dan penyediaan layanan kesehatan mental yang mudah dijangkau.

Bagikan: Facebook X WhatsApp