Kelilipan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau bisa sangat mengganggu kenyamanan mata. Pertanyaan umum yang muncul adalah, apakah lebih baik membilasnya dengan air atau merendam mata? Keputusan yang tepat sangat krusial untuk mencegah iritasi lebih lanjut dan potensi kerusakan.
Menurut dr. Astrid W. Alim, Sp.M., seorang dokter spesialis mata, langkah paling aman dan direkomendasikan saat mata kemasukan abu vulkanik adalah membilasnya. “Kalau kelilipan, jangan digosok, tapi dibilas pakai air bersih mengalir,” tegas dr. Astrid dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Rabu, 22 November 2023.
Beliau menjelaskan bahwa membilas mata dengan air bersih yang mengalir dapat membantu mengeluarkan partikel-partikel abu secara efektif. Proses ini minim risiko, berbeda dengan menggosok mata yang justru bisa memperparah kondisi. Menggosok mata dapat menyebabkan goresan pada kornea, terutama jika partikel abu tersebut cukup kasar.
Mengapa membilas lebih disarankan ketimbang merendam? dr. Astrid menguraikan, merendam mata dalam wadah berisi air, meskipun terdengar seperti solusi yang ampuh, justru berpotensi membawa lebih banyak masalah. Air rendaman yang sudah terkontaminasi abu vulkanik bisa saja masuk kembali ke mata, bahkan bisa membawa kuman atau bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi. Selain itu, gerakan mata saat mencoba merendam juga bisa mendorong abu lebih dalam ke celah-celah mata.
“Kalau direndam, airnya kan juga bisa kotor, bisa kena kuman, malah jadi infeksi,” papar dr. Astrid. Ia menekankan pentingnya menggunakan air bersih, idealnya air minum atau air steril jika tersedia, untuk membilas mata yang terpapar abu vulkanik. Jika rasa tidak nyaman berlanjut atau muncul gejala seperti kemerahan parah, nyeri, atau gangguan penglihatan, segeralah berkonsultasi dengan dokter mata.
