Sebuah kebiasaan umum di kalangan masyarakat modern, yakni langsung meraih ponsel untuk memeriksa notifikasi begitu membuka mata di pagi hari, ternyata menyimpan potensi risiko serius bagi kesehatan jantung. Fenomena ini, meskipun terasa sepele, dapat memicu stres berlebih yang berdampak negatif pada organ vital tersebut.
Menurut Dr. A. R. S. Prathama, Sp.JP(K), FAsCC, seorang Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan dari RS Pondok Indah Pondok Indah, respons otak terhadap rangsangan digital di awal hari dapat memicu pelepasan hormon stres. Paparan informasi, baik itu berita, pesan pribadi, maupun notifikasi media sosial, tanpa jeda yang memadai setelah bangun tidur, akan mempersiapkan tubuh untuk merespons ancaman, meskipun ancaman tersebut bersifat virtual. Hal ini secara fisiologis mirip dengan respons ‘fight or flight’ yang dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
βBegitu kita bangun, otak kita sedang dalam kondisi santai dan belum siap menerima informasi yang kompleks. Jika langsung terpapar notifikasi, otak akan menganggapnya sebagai ancaman dan memicu respons stres,β jelas Dr. Prathama dalam sebuah kesempatan, menggarisbawahi pentingnya periode transisi yang tenang.
Dalam jangka panjang, paparan stres kronis akibat kebiasaan ini dapat berkontribusi pada berbagai masalah kardiovaskular. Peningkatan tekanan darah yang berulang, gangguan irama jantung, hingga risiko penyakit jantung koroner dapat meningkat jika kebiasaan ini terus menerus dilakukan tanpa disadari dampaknya. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan realitas setelah tidur, dan memberikan jeda sebelum terpapar dunia digital adalah kunci untuk meminimalkan efek negatif tersebut.
Oleh karena itu, para ahli kesehatan menyarankan untuk memberikan waktu jeda setidaknya 15 hingga 30 menit setelah bangun tidur sebelum mulai memeriksa ponsel. Jeda ini dapat diisi dengan aktivitas ringan seperti meregangkan tubuh, minum air putih, atau sekadar menikmati suasana pagi. Langkah sederhana ini dinilai sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan kesejahteraan mental secara keseluruhan.
