Ancaman Trojan perbankan seluler mengalami peningkatan signifikan pada kuartal pertama (Q1) tahun 2026. Laporan terbaru dari Kaspersky menyoroti lonjakan drastis ini, mengindikasikan bahwa pelaku kejahatan siber semakin gencar melancarkan aksinya di ranah digital.
Peningkatan ini bukan tanpa sebab. Salah satu faktor krusial yang berkontribusi pada fenomena ini adalah semakin canggihnya teknik yang digunakan oleh para penjahat siber, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Teknologi AI memungkinkan mereka untuk membuat serangan yang lebih personal, sulit dideteksi, dan lebih efektif dalam mengelabui korban.
Menurut data Kaspersky, jumlah pengguna yang terdeteksi oleh solusi keamanan mereka dari serangan Trojan perbankan seluler melonjak hingga 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi oleh pengguna perangkat seluler, terutama yang sering melakukan transaksi perbankan melalui ponsel.
Kaspersky mengidentifikasi beberapa jenis Trojan perbankan yang paling aktif beredar. Di antaranya adalah ‘Anubis’, ‘Hydra’, dan ‘Cerberus’. Trojan-trojan ini dirancang khusus untuk mencuri informasi sensitif pengguna, seperti kredensial login perbankan, nomor kartu kredit, dan data pribadi lainnya. Dengan informasi tersebut, pelaku dapat mengakses rekening korban dan melakukan transaksi ilegal.
Lebih lanjut, laporan tersebut juga mencatat bahwa negara-negara di Amerika Latin menjadi sasaran empuk bagi serangan Trojan perbankan ini. Brasil, Meksiko, dan Peru dilaporkan mengalami peningkatan kasus yang cukup mengkhawatirkan. Namun, ancaman ini bersifat global dan dapat menimpa siapa saja, di mana saja.
Ahli keamanan siber dari Kaspersky, Dmitry Melnikov, menekankan pentingnya kewaspadaan pengguna. “Meskipun teknologi keamanan terus berkembang, kesadaran pengguna tetap menjadi garis pertahanan terpenting,” ujar Melnikov. Ia menambahkan, “Pelaku ancaman terus beradaptasi, dan mereka memanfaatkan AI untuk membuat serangan lebih canggih.”
Untuk melindungi diri dari ancaman ini, Kaspersky menyarankan beberapa langkah pencegahan. Pengguna disarankan untuk selalu memperbarui sistem operasi dan aplikasi perangkat seluler mereka, mengunduh aplikasi hanya dari sumber resmi, dan berhati-hati terhadap tautan atau lampiran mencurigakan yang diterima melalui email atau pesan instan. Selain itu, penggunaan solusi keamanan siber yang andal pada perangkat seluler juga sangat direkomendasikan.
