Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Dokter Paru Jelaskan Aturan Cuci Ulang Masker: Mana yang Aman, Mana yang Tidak

Oleh Destian September 8, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pertanyaan mengenai keamanan masker yang dapat dicuci ulang kembali mengemuka seiring dengan dinamika protokol kesehatan. Dokter spesialis paru memberikan penjelasan rinci mengenai jenis masker mana yang aman untuk dicuci dan digunakan kembali, serta jenis mana yang sebaiknya dihindari.

Menurut Dr. Amarangga, Sp.P., dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), tidak semua masker bisa dicuci ulang. Masker medis sekali pakai, seperti masker bedah (surgical mask) dan masker N95, dirancang untuk digunakan hanya satu kali dan tidak boleh dicuci.

“Masker medis sekali pakai ini memiliki lapisan pelindung yang efektivitasnya akan berkurang atau bahkan hilang setelah dicuci. Materialnya juga bisa rusak, sehingga tidak lagi mampu menyaring partikel berbahaya secara optimal,” ujar Dr. Amarangga dalam sebuah wawancara dengan CNN Indonesia, sebagaimana dilaporkan pada 7 September 2026.

Masker yang aman untuk dicuci ulang adalah masker kain. Namun, tidak semua masker kain memiliki tingkat perlindungan yang sama. PDPI menyarankan penggunaan masker kain dengan minimal tiga lapis bahan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik.

“Untuk masker kain, pastikan bahannya cukup tebal dan rapat. Idealnya, masker kain memiliki tiga lapisan. Lapisan luar dan dalam bisa menggunakan katun, sementara lapisan tengah bisa menggunakan bahan filter tambahan seperti spunbond,” jelas Dr. Amarangga. Ia menambahkan bahwa masker kain yang dicuci harus dipastikan benar-benar kering sebelum digunakan kembali.

Proses pencucian masker kain juga perlu diperhatikan. PDPI merekomendasikan penggunaan sabun dan air hangat, serta memastikan masker dibilas hingga bersih dari residu sabun. Hindari penggunaan pemutih atau bahan kimia keras lainnya yang dapat merusak serat kain dan mengurangi efektivitas masker.

Kekhawatiran utama terkait pencucian masker adalah potensi kerusakan struktur masker dan penurunan kemampuan filtrasi. Masker medis, yang terbuat dari bahan non-woven, akan kehilangan sifat elektrostatiknya setelah dicuci, yang merupakan salah satu kunci kemampuannya menyaring virus dan bakteri.

PDPI mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau kondisi masker sebelum digunakan. Jika masker kain sudah terlihat usang, robek, atau kehilangan elastisitas tali pengikatnya, sebaiknya masker tersebut diganti dengan yang baru, meskipun sudah pernah dicuci.

Dalam konteks penanganan pandemi yang terus berkembang, kesadaran akan penggunaan masker yang tepat dan aman menjadi krusial. PDPI terus mengimbau masyarakat untuk mengikuti panduan resmi terkait penggunaan masker guna meminimalkan risiko penularan penyakit.

Bagikan: Facebook X WhatsApp