Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Solusi Jitu Orang Tua: Jadikan Olahraga Pilihan Utama Anak untuk Kurangi Ketergantungan Gadget

Oleh Destian September 8, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Di tengah maraknya gawai, orang tua dihadapkan pada tantangan untuk membatasi waktu layar anak. Sebuah pendekatan yang dianjurkan adalah dengan mengalihkan perhatian anak pada aktivitas fisik yang menyenangkan, yaitu olahraga. Dengan menjadikan olahraga sebagai alternatif utama, diharapkan anak dapat mengurangi ketergantungan pada gadget dan beralih pada gaya hidup yang lebih aktif dan sehat.

Ketergantungan anak pada layar gawai telah menjadi perhatian serius para ahli dan orang tua. Berbagai studi menunjukkan bahwa paparan layar yang berlebihan dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik, mental, dan sosial anak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batasan waktu layar untuk anak-anak sesuai usia, namun seringkali hal ini sulit diterapkan di rumah.

Ahli perkembangan anak, Dr. Astrid Wen, dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com pada 10 September 2023, menekankan pentingnya mengganti waktu layar dengan aktivitas yang merangsang perkembangan anak secara holistik. “Olahraga bukan hanya baik untuk fisik, tetapi juga melatih kemampuan kognitif, sosial, dan emosional anak. Yang terpenting adalah bagaimana kita membuat olahraga itu menarik bagi mereka,” ujarnya.

Kunci utama agar anak mau berolahraga adalah dengan memilih aktivitas yang sesuai dengan minat dan usia mereka. Berbagai pilihan olahraga dapat diperkenalkan, mulai dari permainan sederhana seperti bermain bola, lompat tali, bersepeda, hingga olahraga tim seperti sepak bola, basket, atau renang. Yang terpenting adalah menciptakan suasana yang menyenangkan dan tidak membebani anak dengan tekanan untuk berprestasi.

Menurut data dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang dirilis pada tahun 2022, partisipasi anak usia sekolah dalam kegiatan olahraga masih perlu ditingkatkan. Kemenpora terus berupaya mendorong program-program olahraga berbasis komunitas yang dapat diakses oleh anak-anak di berbagai daerah, termasuk melalui kolaborasi dengan sekolah dan organisasi masyarakat.

Psikolog anak, Ratih Ibrahim, dalam sebuah diskusi daring pada 5 September 2023, menambahkan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam menjadi teladan. “Jika orang tua juga aktif berolahraga dan menjadikan itu sebagai bagian dari rutinitas keluarga, anak akan lebih termotivasi untuk ikut. Ajak anak bergerak bersama, jadikan waktu olahraga sebagai momen berkualitas bersama keluarga,” jelasnya.

Penerapan pengurangan waktu layar dan peningkatan aktivitas fisik ini membutuhkan komitmen jangka panjang dari orang tua. Upaya ini tidak hanya sebatas melarang anak bermain gadget, tetapi lebih kepada menawarkan alternatif kegiatan yang lebih positif dan membangun. Dengan begitu, anak dapat tumbuh kembang menjadi individu yang sehat, aktif, dan memiliki keseimbangan dalam menjalani kehidupan.

Pemerintah melalui Kemenpora dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dijadwalkan akan kembali menggelar sosialisasi program Gerakan Nasional Cinta Olahraga (Gernas Olahraga) di beberapa kota besar pada kuartal terakhir tahun 2023, yang diharapkan dapat semakin mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga bagi tumbuh kembang anak.

Bagikan: Facebook X WhatsApp