Monday, 7 September 2026
BREAKING
Kesehatan

Lindungi Kulit dari Abu Vulkanik: Panduan Penanganan Iritasi Pasca-Letusan Gunung Api

Oleh Destian September 7, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Paparan debu vulkanik pasca-letusan gunung api dapat memicu iritasi pada kulit. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, penanganan yang tepat sangat krusial. Ahli dermatologi mengingatkan agar tidak membersihkan abu vulkanik dari kulit secara sembarangan.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arini Astasari, Sp.KK, menjelaskan bahwa abu vulkanik memiliki tekstur yang kasar dan dapat mengandung zat-zat iritatif. “Debu vulkanik itu partikelnya kasar, bisa menggores kulit, dan juga bisa mengandung mineral atau zat kimia yang sifatnya iritan,” ujar dr. Arini.

Oleh karena itu, langkah pertama yang paling penting adalah segera membersihkan area kulit yang terpapar. Namun, cara membersihkannya tidak boleh asal-asalan. Hindari menggosok kulit dengan keras, karena hal ini justru dapat memperparah iritasi dan menyebabkan luka.

Cara yang disarankan adalah dengan membilas kulit menggunakan air bersih mengalir. Jika memungkinkan, gunakan sabun yang lembut atau sabun bayi yang diformulasikan untuk kulit sensitif. “Jadi, kalau terkena abu vulkanik, usahakan segera dibilas dengan air mengalir. Kalau ada sabun yang lembut, sabun bayi misalnya, boleh dipakai,” jelas dr. Arini.

Setelah dibilas dan dibersihkan, keringkan kulit dengan cara menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk bersih. Hindari menggosok area yang iritasi.

Jika iritasi sudah terlanjur terjadi, yaitu muncul kemerahan, rasa gatal, atau bahkan perih, penanganan selanjutnya adalah dengan menggunakan pelembap atau krim yang bersifat menenangkan. “Kalau sudah terlanjur iritasi, kemerahan, gatal, perih, gunakan pelembap. Pelembap itu fungsinya untuk melembapkan, menenangkan kulit, dan juga membantu memperbaiki skin barrier,” kata dr. Arini.

Pelembap yang dipilih sebaiknya yang tidak mengandung pewangi atau alkohol, karena zat-zat tersebut dapat semakin mengiritasi kulit yang sensitif. Produk yang mengandung ceramide atau bahan-bahan alami yang menenangkan seperti aloe vera bisa menjadi pilihan.

Apabila gejala iritasi tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, disertai dengan luka terbuka atau tanda-tanda infeksi, segera konsultasikan ke dokter. Dokter dapat memberikan resep obat-obatan topikal seperti krim kortikosteroid atau antibiotik jika diperlukan untuk mengatasi peradangan dan mencegah infeksi sekunder.

Penting untuk diingat bahwa pencegahan adalah kunci utama. Gunakan pelindung seperti pakaian tertutup, topi, dan kacamata saat berada di area yang terdampak debu vulkanik untuk meminimalkan kontak langsung dengan kulit.

Bagikan: Facebook X WhatsApp