Sunday, 6 September 2026
BREAKING
Ekonomi

Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Bandara Soetta, 209 Penerbangan Terdampak

Oleh Ishak September 6, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terpaksa ditutup sementara hingga pukul 13.30 WIB pada Selasa (18/6/2024) akibat terdampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan ini berimbas pada 209 jadwal penerbangan yang terdiri dari 104 keberangkatan dan 105 kedatangan.

Otoritas Bandara Soetta mengambil keputusan penutupan ini berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi bahaya abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan. Abu vulkanik dapat merusak mesin pesawat, mengganggu visibilitas pilot, dan menyebabkan masalah pada sistem navigasi.

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan meningkat sejak Senin malam (17/6/2024). Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terjadi beberapa kali letusan dengan tinggi kolom abu bervariasi antara 500 hingga 1.500 meter di atas puncak kawah. Terjadi pula tremor menerus dengan amplitudo maksimal 30 mm.

Dampak penutupan Bandara Soetta terasa signifikan bagi para penumpang. Ratusan penumpang terlantar di terminal, menunggu kepastian jadwal keberangkatan mereka. Pihak maskapai telah berupaya memberikan informasi dan akomodasi seperlunya bagi penumpang yang terdampak.

Manajemen Angkasa Pura II selaku operator Bandara Soetta menyatakan bahwa keputusan penutupan operasional diambil demi mengutamakan keselamatan seluruh pengguna jasa penerbangan. Evaluasi kondisi sebaran abu vulkanik terus dilakukan secara berkala bekerja sama dengan BMKG.

Gunung Anak Krakatau, yang terletak di Selat Sunda, merupakan gunung api aktif yang sering menunjukkan aktivitas erupsi. Peningkatan aktivitasnya kali ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi dampak yang lebih luas, termasuk terhadap infrastruktur transportasi udara.

Pihak terkait, termasuk Otoritas Bandara, BMKG, PVMBG, dan maskapai penerbangan, terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan situasi. Keputusan untuk membuka kembali bandara akan didasarkan pada penilaian keselamatan yang ketat, memastikan sebaran abu vulkanik sudah berada di luar koridor penerbangan.

Seiring dengan normalisasi aktivitas vulkanik dan hilangnya sebaran abu di jalur penerbangan, operasional Bandara Soetta diharapkan dapat segera pulih sepenuhnya. Namun, kewaspadaan terhadap potensi erupsi susulan tetap menjadi prioritas utama.

Bagikan: Facebook X WhatsApp