Sunday, 6 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Studi Terbaru Ungkap Kadar Mikroplastik Tinggi pada Pasien Kanker Paru-paru, Kaitan dengan Polusi Dipertanyakan

Oleh Destian September 6, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah penelitian yang diterbitkan baru-baru ini mengungkap temuan mengejutkan: kadar mikroplastik terdeteksi signifikan lebih tinggi pada jaringan paru-paru pasien kanker dibandingkan dengan individu sehat. Temuan ini memunculkan pertanyaan mendesak mengenai potensi hubungan antara paparan mikroplastik yang berasal dari polusi lingkungan dengan perkembangan penyakit paru-paru, termasuk kanker.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science & Technology ini menganalisis sampel jaringan paru-paru dari 13 pasien kanker paru-paru dan 13 individu sehat. Para peneliti menggunakan teknik canggih untuk mengidentifikasi dan mengukur keberadaan partikel plastik berukuran mikron di dalam jaringan paru-paru.

Hasil studi menunjukkan bahwa rata-rata jumlah partikel mikroplastik yang ditemukan pada pasien kanker paru-paru jauh lebih tinggi. Meskipun penelitian ini masih bersifat awal dan memerlukan studi lebih lanjut untuk membuktikan kausalitas langsung, para ilmuwan berpendapat bahwa temuan ini memberikan bukti awal yang kuat tentang potensi dampak kesehatan dari mikroplastik yang terhirup.

Mikroplastik adalah fragmen plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk degradasi sampah plastik yang lebih besar, serat sintetis dari pakaian, hingga bahan tambahan dalam produk kosmetik dan industri. Partikel-partikel ini telah ditemukan mencemari udara, air, dan tanah di seluruh dunia, menjadikannya ancaman lingkungan yang semakin serius.

Dr. Ye Dun, salah satu penulis studi dari Universitas Barcelona, menyatakan bahwa paparan mikroplastik kemungkinan terjadi melalui inhalasi udara yang terkontaminasi. “Paru-paru memiliki mekanisme pertahanan, namun tampaknya partikel-partikel kecil ini dapat masuk dan tertahan di dalam jaringan paru-paru,” ujar Dr. Dun dalam keterangannya kepada media.

Sebelumnya, penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Arizona pada tahun 2019 juga pernah menemukan mikroplastik dalam tinja manusia, menunjukkan bahwa plastik dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi. Namun, studi terbaru ini secara spesifik menyoroti paru-paru sebagai organ yang berpotensi terpapar dan mengakumulasi mikroplastik.

Meskipun kaitan langsung antara mikroplastik dan kanker paru-paru belum terbukti secara definitif, para peneliti menekankan bahwa penelitian ini membuka jalan baru untuk memahami bagaimana polusi plastik dapat memengaruhi kesehatan manusia. Diperlukan penelitian epidemiologis berskala besar dan studi toksikologi untuk mengklarifikasi risiko kesehatan jangka panjang dari paparan mikroplastik, termasuk potensinya sebagai agen pemicu atau pendorong penyakit paru-paru.

Organisasi kesehatan global dan badan lingkungan hidup diperkirakan akan terus memantau perkembangan studi semacam ini. Langkah-langkah kebijakan untuk mengurangi produksi dan emisi plastik, serta strategi mitigasi paparan mikroplastik di lingkungan, kemungkinan akan menjadi agenda penting di masa mendatang seiring dengan meningkatnya pemahaman ilmiah mengenai dampak nyata dari polusi plastik terhadap kesehatan manusia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp