Saturday, 5 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Mamografi Tak Sekadar Deteksi Kanker Payudara, Kini Mampu Ungkap Risiko Penyakit Jantung pada Perempuan

Oleh Destian September 5, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah terobosan medis kini memungkinkan alat mamografi, yang lazim digunakan untuk skrining kanker payudara, juga dapat mendeteksi risiko penyakit jantung pada perempuan. Temuan ini membuka potensi baru dalam pencegahan penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis terkemuka menemukan bahwa analisis kalsifikasi pada pembuluh darah payudara yang terlihat dalam hasil mamografi dapat memberikan indikasi kuat mengenai kesehatan jantung seorang wanita. Kalsifikasi ini, yang sebelumnya dianggap sebagai temuan insidental, kini diakui sebagai penanda potensial untuk aterosklerosis, atau penumpukan plak di arteri, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner.

Tim peneliti dari berbagai institusi kesehatan, termasuk Mayo Clinic dan University of Oxford, menganalisis citra mamografi dari ribuan wanita yang menjalani pemeriksaan rutin. Mereka membandingkan temuan kalsifikasi arteri koroner pada payudara dengan riwayat penyakit jantung yang dialami para partisipan. Hasilnya menunjukkan korelasi yang signifikan antara tingkat kalsifikasi dan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.

Dr. Melissa Barber, salah satu peneliti utama dari Mayo Clinic, dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh lembaga tersebut, menjelaskan bahwa mamografi adalah pemeriksaan yang sudah umum dilakukan oleh perempuan, terutama pada usia tertentu. Dengan memanfaatkan data yang sudah ada dari mamografi, tenaga medis dapat secara proaktif mengidentifikasi wanita yang berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung tanpa perlu melakukan tes tambahan yang invasif atau mahal.

Temuan ini sangat krusial mengingat penyakit jantung sering kali menunjukkan gejala yang tidak khas pada perempuan, sehingga diagnosis dini menjadi tantangan. Kalsifikasi arteri koroner yang terdeteksi melalui mamografi dapat berfungsi sebagai ‘sinyal peringatan’ awal. Perempuan yang hasil mamografinya menunjukkan kalsifikasi yang signifikan dapat segera dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter spesialis jantung untuk evaluasi risiko yang lebih mendalam dan intervensi pencegahan.

Pihak berwenang kesehatan masyarakat menyambut baik perkembangan ini. Organisasi seperti American Heart Association (AHA) dan World Heart Federation (WHF) telah menyatakan ketertarikannya untuk mengintegrasikan temuan ini ke dalam panduan skrining kesehatan perempuan. AHA dalam sebuah rilis persnya menyebutkan bahwa strategi pencegahan penyakit jantung pada perempuan perlu terus diperkuat, dan mamografi sebagai alat skrining ganda berpotensi menjadi komponen penting.

Saat ini, beberapa pusat radiologi dan rumah sakit di Amerika Serikat dan Eropa sudah mulai menguji coba sistem pelaporan mamografi yang menyertakan penilaian kalsifikasi arteri koroner. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi tambahan yang berharga kepada dokter yang merujuk pasien, selain hasil standar untuk deteksi kanker payudara.

Para ahli kesehatan menekankan bahwa temuan mamografi mengenai kalsifikasi arteri koroner bukanlah diagnosis penyakit jantung itu sendiri, melainkan sebuah indikator risiko. Informasi ini harus selalu dikontekstualisasikan dengan faktor risiko lain yang dimiliki seorang wanita, seperti riwayat keluarga, tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, dan gaya hidup.

Langkah selanjutnya yang perlu dipantau adalah bagaimana panduan klinis akan diperbarui secara global untuk memasukkan rekomendasi pemeriksaan kalsifikasi arteri koroner pada mamografi. Selain itu, penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk menyempurnakan algoritma analisis citra mamografi guna meningkatkan akurasi deteksi dan stratifikasi risiko penyakit jantung pada populasi perempuan yang lebih luas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp