Friday, 4 September 2026
BREAKING
Berita

Kabut Asap dari Indonesia Kembali Selimuti Singapura, Kualitas Udara Capai Level Tidak Sehat

Oleh Ishak September 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Singapura kembali diselimuti kabut asap yang berdampak pada penurunan kualitas udara hingga mencapai level tidak sehat. Fenomena ini diduga kuat berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Indonesia, terutama di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Pihak berwenang Singapura terus memantau situasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan.

Indeks Polusi Udara (PSI) di Singapura terpantau meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, menyentuh angka yang dikategorikan sebagai tidak sehat. Laporan dari National Environment Agency (NEA) Singapura menunjukkan bahwa beberapa kawasan di negara kota tersebut mencatat angka PSI di atas 100, bahkan mendekati atau melampaui angka 150 pada puncaknya, yang menandakan dampak signifikan terhadap kesehatan.

Peningkatan kualitas udara yang memburuk ini merupakan dampak langsung dari angin yang membawa partikel asap dari titik-titik panas (hotspot) karhutla di Indonesia. Wilayah Sumatera, khususnya provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan, serta beberapa wilayah di Kalimantan, kerap menjadi sumber utama kabut asap yang melintasi perbatasan regional.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga Singapura, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Otoritas kesehatan menyarankan masyarakat untuk membatasi aktivitas fisik di luar ruangan, menutup jendela dan pintu, serta menggunakan masker N95 jika terpaksa berada di luar.

Pemerintah Indonesia sendiri terus berupaya memadamkan api di titik-titik karhutla melalui berbagai upaya darat dan udara, termasuk pengerahan personel, water bombing, dan teknologi modifikasi cuaca. Namun, luasnya area terdampak dan kondisi cuaca yang kering di beberapa wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla.

Insiden kabut asap lintas batas ini bukan kali pertama terjadi. Setiap tahun, terutama pada musim kemarau, Singapura dan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam kerap terdampak oleh asap yang berasal dari karhutla di Indonesia. Hal ini menyoroti pentingnya kerja sama regional yang berkelanjutan dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Beberapa tahun terakhir, isu kabut asap telah menjadi perhatian serius dalam forum-forum bilateral dan multilateral di ASEAN. Upaya-upaya seperti penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, restorasi lahan gambut, dan peningkatan kesadaran masyarakat terus digalakkan oleh Indonesia.

Meskipun upaya penanggulangan terus dilakukan, dampak kabut asap terhadap kualitas udara di Singapura masih menjadi isu yang perlu dipantau secara ketat. Ketergantungan pada arah angin dan intensitas kebakaran di Indonesia menjadikan situasi ini dinamis dan memerlukan kewaspadaan berkelanjutan dari berbagai pihak.

Bagikan: Facebook X WhatsApp