Thursday, 3 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Pusing Berdiri Tiba-tiba? Kenali Penyebab Umum dan Cara Mengatasinya

Oleh Destian September 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sering merasa pusing, berkunang-kunang, atau pandangan gelap sesaat setelah berdiri dari posisi duduk atau berbaring? Fenomena yang dikenal sebagai hipotensi ortostatik atau hipotensi postural ini adalah keluhan umum yang dialami banyak orang. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah turun secara signifikan saat seseorang berubah posisi dari duduk atau berbaring ke berdiri.

Menurut Dr. Amira Santikayasa, Sp.PD, seorang dokter spesialis penyakit dalam, hipotensi ortostatik terjadi akibat respons tubuh yang kurang cepat dalam menyesuaikan aliran darah ke otak saat perubahan posisi. “Ketika kita berdiri, gravitasi menarik darah ke bagian bawah tubuh. Normalnya, tubuh akan merespons dengan meningkatkan detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah agar tekanan darah tetap stabil dan otak mendapat pasokan oksigen yang cukup,” jelas Dr. Amira dalam sebuah artikel kesehatan yang diterbitkan oleh CNN Indonesia pada 2 September 2026.

Namun, pada penderita hipotensi ortostatik, mekanisme kompensasi ini tidak berjalan optimal. Akibatnya, aliran darah ke otak berkurang sementara, menyebabkan sensasi pusing, pandangan berkunang-kunang, bahkan bisa sampai pingsan pada kasus yang parah. Gejala ini biasanya muncul dalam beberapa menit pertama setelah berdiri dan mereda seiring tubuh beradaptasi.

Beberapa faktor dapat memicu atau memperparah kondisi ini. Dehidrasi merupakan salah satu penyebab paling umum. Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah berkurang, sehingga lebih sulit bagi tubuh untuk mempertahankan tekanan darah saat berdiri. Selain itu, usia lanjut juga menjadi faktor risiko, karena kemampuan tubuh untuk mengatur tekanan darah cenderung menurun seiring bertambahnya usia.

Kondisi medis tertentu juga dapat berkontribusi pada hipotensi ortostatik. Penyakit Parkinson, diabetes, gangguan jantung, serta masalah pada sistem saraf otonom yang mengatur fungsi tubuh tak sadar, dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur tekanan darah. Beberapa jenis obat-obatan, seperti diuretik, obat antihipertensi, dan antidepresan, juga diketahui memiliki efek samping yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.

Untuk mengatasi gejala pusing saat berdiri, langkah pertama yang disarankan adalah memastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Minum air yang cukup sepanjang hari, terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas fisik, sangat penting. Selain itu, hindari perubahan posisi yang terlalu mendadak. Bangun dari posisi duduk atau tidur secara perlahan, berikan jeda sejenak sebelum berdiri tegak.

Para ahli medis juga menyarankan untuk meningkatkan asupan garam dalam pola makan, namun hal ini perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama bagi penderita hipertensi. Menggunakan stoking kompresi juga dapat membantu mencegah penumpukan darah di kaki dan meningkatkan aliran darah kembali ke jantung. Bagi sebagian orang, mengonsumsi makanan yang lebih sering dalam porsi kecil namun padat nutrisi juga dapat membantu menjaga kestabilan gula darah dan tekanan darah.

Jika gejala hipotensi ortostatik sering terjadi, sangat mengganggu, atau disertai dengan keluhan lain seperti nyeri dada atau sesak napas, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pengukuran tekanan darah dalam posisi berbaring dan berdiri, serta mungkin tes tambahan untuk mengidentifikasi penyebab pasti dan memberikan penanganan yang tepat. Penanganan lebih lanjut bisa meliputi penyesuaian obat, perubahan gaya hidup, atau terapi spesifik tergantung pada kondisi medis yang mendasarinya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp