Apple menuding OpenAI secara sengaja menghalangi proses hukum terkait dugaan pencurian rahasia dagang. Tuduhan ini berpusat pada sebuah MacBook milik mantan karyawan Apple yang kini bekerja di OpenAI, yang diduga kuat telah dimanipulasi untuk menghilangkan bukti.
Dalam dokumen pengadilan yang diajukan pada hari Selasa, 7 Mei 2024, Apple menyatakan bahwa OpenAI telah menahan sebuah MacBook yang sebelumnya dimiliki oleh mantan karyawannya. Perangkat ini menjadi krusial dalam investigasi Apple atas dugaan pelanggaran rahasia dagang yang melibatkan model AI OpenAI.
Apple menduga kuat bahwa OpenAI tidak hanya menahan perangkat tersebut, tetapi juga secara aktif memfasilitasi penghapusan data yang ada di dalamnya. Perusahaan teknologi raksasa ini berargumen bahwa tindakan tersebut merupakan upaya OpenAI untuk menyembunyikan bukti penting yang dapat memberatkan mereka dalam sengketa hukum yang sedang berlangsung.
Dalam pengajuannya, Apple secara spesifik menyebutkan bahwa OpenAI telah menahan MacBook Pro 16 inci yang pernah digunakan oleh mantan karyawannya. Perangkat ini diduga kuat berisi informasi sensitif terkait pengembangan teknologi AI yang diduga dicuri dari Apple.
Apple meminta pengadilan untuk memerintahkan OpenAI agar menyerahkan MacBook tersebut dan memungkinkan ahli forensik Apple untuk memeriksanya. Tujuannya adalah untuk memulihkan data yang mungkin telah dihapus atau dimodifikasi. Permintaan ini merupakan bagian dari gugatan yang lebih besar di mana Apple menuduh OpenAI telah menggunakan informasi rahasia dagang miliknya untuk mengembangkan produk-produk AI.
Gugatan ini berawal dari tuduhan Apple bahwa OpenAI merekrut mantan karyawan mereka dengan tujuan untuk mendapatkan akses ke rahasia dagang perusahaan. Apple mengklaim bahwa model-model AI yang dikembangkan oleh OpenAI, termasuk teknologi yang digunakan dalam ChatGPT, dibangun di atas kekayaan intelektual mereka.
OpenAI sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan terbaru dari Apple ini. Namun, jika terbukti, tindakan penghapusan bukti dapat memiliki implikasi hukum yang serius bagi OpenAI, termasuk potensi sanksi dari pengadilan.
