Thursday, 3 September 2026
BREAKING
Kesehatan

Asap Karhutla Ancaman Serius, Dokter Ungkap Potensi Kanker Paru

Oleh Destian September 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit serius seperti kanker paru. Ancaman kesehatan ini telah menjadi perhatian serius, terutama saat musim kemarau tiba dan risiko karhutla meningkat.

Dokter spesialis paru, dr. Harsini, Sp.P(K), menjelaskan bahwa partikel halus dalam asap karhutla dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. “Partikel-partikel halus ini, yang dikenal sebagai PM2.5, memiliki diameter lebih kecil dari 2,5 mikrometer. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan mereka menembus lapisan pelindung di saluran napas dan mencapai kantung udara (alveoli) di paru-paru,” ujar dr. Harsini.

Lebih lanjut, dr. Harsini merinci bahwa partikel-partikel ini dapat memicu peradangan kronis di paru-paru. Peradangan jangka panjang ini merupakan salah satu faktor kunci yang dapat memicu perubahan seluler abnormal, yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi kanker paru. “Paparan berulang dan dalam jangka waktu lama terhadap polutan ini dapat merusak DNA sel-sel paru-paru, yang menjadi langkah awal perkembangan kanker,” tambahnya.

Selain kanker paru, asap karhutla juga dapat memperburuk kondisi pernapasan yang sudah ada. Pasien dengan penyakit seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan bronkitis sangat rentan terhadap efek negatif asap. Gejala yang sering muncul antara lain batuk, sesak napas, nyeri dada, dan produksi dahak yang meningkat. Anak-anak dan lansia juga termasuk kelompok yang paling berisiko mengalami dampak buruk dari paparan asap.

Untuk mengurangi risiko kesehatan akibat asap karhutla, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk. Penggunaan masker N95 sangat direkomendasikan ketika terpaksa berada di luar. Selain itu, menjaga sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan dengan menutup jendela dan pintu, serta menggunakan penyaring udara (air purifier), dapat membantu mengurangi paparan.

Pemerintah dan instansi terkait terus berupaya memantau kualitas udara dan memberikan informasi terkini mengenai tingkat bahaya asap. Kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan diri saat terpapar asap karhutla menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak kesehatan yang ditimbulkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp