Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
Teknologi

Gunung Bawah Es Pengaruhi Sejarah Pembentukan Antartika

Oleh Achmad September 2, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Antartika tidak sekadar membeku karena perubahan suhu global. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa proses geologi di bawah lapisan esnya, khususnya keberadaan gunung berapi, memainkan peran krusial dalam membentuk benua es tersebut. Penemuan ini mengubah pemahaman tentang bagaimana Antartika menjadi dingin seperti sekarang.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience pada 22 Februari 2024, menyoroti aktivitas vulkanik bawah es yang telah berlangsung selama jutaan tahun. Tim ilmuwan dari British Antarctic Survey (BAS) dan Durham University mengidentifikasi adanya gunung berapi aktif di bawah lapisan es Antartika Barat. Gunung berapi ini, yang diberi nama ‘Subglacial Volcano 1’ (SV1), berada di bawah es setebal 1.000 meter.

SV1 diperkirakan memiliki ketinggian 3.400 meter di atas permukaan laut, menjadikannya salah satu gunung berapi terbesar di dunia jika berada di permukaan. Aktivitas vulkanik ini tidak hanya memanaskan bagian bawah lapisan es, tetapi juga memengaruhi pergerakan es itu sendiri. Panas dari gunung berapi dapat melelehkan es di sekitarnya, menciptakan aliran air yang melumasi dasar lapisan es.

Dr. Tom Jordan, pemimpin penelitian dari BAS, menyatakan bahwa penemuan ini memberikan perspektif baru tentang sejarah geologis Antartika. “Kami telah tahu bahwa ada gunung berapi di bawah es Antartika Barat, tetapi kami tidak tahu seberapa aktif mereka,” ujar Dr. Jordan. Ia menambahkan, “Penemuan ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik di bawah es mungkin telah berlangsung selama jutaan tahun dan terus berlanjut hingga kini.”

Lebih lanjut, penelitian ini mengungkapkan bahwa panas yang dilepaskan oleh gunung berapi bawah es dapat mempercepat pencairan es dari bawah. Fenomena ini berpotensi memengaruhi kestabilan lapisan es Antartika Barat secara keseluruhan. Para ilmuwan menduga bahwa aktivitas vulkanik ini mungkin telah membantu memicu pembentukan lapisan es Antartika jauh sebelum suhu global menurun drastis.

Analisis data radar yang digunakan dalam penelitian ini mengindikasikan adanya aliran lava dan aktivitas panas bumi di sekitar SV1. Selain SV1, para peneliti juga telah mengidentifikasi 91 gunung berapi lain di bawah lapisan es Antartika Barat, yang menunjukkan bahwa wilayah ini merupakan area dengan aktivitas vulkanik bawah es yang signifikan. Penemuan ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut mengenai interaksi antara aktivitas geologi dan perubahan iklim di Antartika.

Bagikan: Facebook X WhatsApp