Saturday, 29 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Polusi Udara Ancam Jantung: Dokter Ungkap Risiko Serangan Jantung

Oleh Destian August 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Dampak buruk polusi udara tidak lagi sebatas gangguan pernapasan. Para ahli kini mengkhawatirkan potensi partikel halus dari polusi udara yang terhirup dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyerang kesehatan jantung, bahkan memicu serangan jantung.

Kekhawatiran ini diungkapkan oleh para dokter yang menyoroti hubungan antara paparan polusi udara dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Partikel halus, seperti PM2.5, yang berukuran sangat kecil, memiliki kemampuan untuk menembus jauh ke dalam paru-paru dan kemudian masuk ke dalam sistem peredaran darah.

Ketika partikel-partikel ini berada di dalam pembuluh darah, mereka dapat memicu peradangan sistemik. Proses peradangan ini dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah (endotelium), yang berperan penting dalam mengatur aliran darah dan mencegah pembentukan gumpalan. Kerusakan endotelium ini merupakan langkah awal yang signifikan dalam perkembangan penyakit jantung.

Lebih lanjut, partikel polusi yang masuk ke dalam aliran darah dapat berkontribusi pada aterosklerosis, yaitu penumpukan plak di dinding arteri. Penumpukan plak ini menyempitkan pembuluh darah, menghambat aliran darah ke jantung dan organ vital lainnya. Kondisi ini secara dramatis meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung (infark miokard) dan stroke.

Para dokter juga mengingatkan bahwa polusi udara dapat memperburuk kondisi bagi individu yang sudah memiliki riwayat penyakit jantung. Paparan polusi dapat memicu aritmia (gangguan irama jantung) dan meningkatkan beban kerja jantung, sehingga lebih rentan mengalami kejadian kardiovaskular akut.

Oleh karena itu, kesadaran masyarakat mengenai bahaya polusi udara terhadap kesehatan jantung perlu ditingkatkan. Upaya pencegahan, baik dari sisi individu maupun kebijakan pemerintah untuk mengurangi emisi polusi, menjadi sangat krusial dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit kardiovaskular yang dipicu oleh kualitas udara buruk.

Bagikan: Facebook X WhatsApp