Friday, 28 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Pakar Urologi Ungkap Pemicu Tingginya Kasus Batu Ginjal di Indonesia

Oleh Destian August 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Angka kasus batu ginjal di Indonesia dilaporkan cukup tinggi, mendorong para pakar urologi untuk menyoroti berbagai faktor pemicunya. Kurangnya kesadaran akan gaya hidup sehat, terutama pola makan dan hidrasi, menjadi salah satu akar permasalahan utama yang berkontribusi pada peningkatan prevalensi kondisi ini.

Dr. Nur Rasyid, Sp.U(K), seorang pakar urologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dalam sebuah kesempatan wawancara, menggarisbawahi pentingnya konsumsi air putih yang cukup sebagai langkah pencegahan paling mendasar. Kekurangan cairan dapat menyebabkan urin menjadi lebih pekat, sehingga mempermudah pembentukan kristal yang kemudian menggumpal menjadi batu ginjal.

Selain asupan cairan, pola makan yang tidak seimbang juga menjadi perhatian serius. Konsumsi makanan tinggi purin, seperti daging merah, jeroan, dan seafood, serta makanan yang kaya oksalat seperti bayam dan cokelat, dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Hal ini diungkapkan oleh para ahli dalam berbagai forum diskusi kesehatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI).

Faktor risiko lain yang turut berperan adalah obesitas dan kurangnya aktivitas fisik. Kondisi ini dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal. Data dari Kementerian Kesehatan RI sebelumnya juga pernah menunjukkan korelasi antara peningkatan kasus penyakit tidak menular dengan gaya hidup sedenter.

Dr. Rasyid menambahkan bahwa faktor genetik dan riwayat keluarga juga dapat memengaruhi kecenderungan seseorang untuk menderita batu ginjal. Namun, ia menekankan bahwa faktor gaya hidup tetap menjadi elemen krusial yang dapat dikendalikan oleh individu.

Pentingnya deteksi dini juga disuarakan oleh para profesional medis. Gejala batu ginjal seperti nyeri hebat di pinggang, mual, muntah, dan perubahan warna urine perlu diwaspadai. Pemeriksaan rutin, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko, dapat membantu mengidentifikasi batu ginjal pada stadium awal sebelum menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Untuk mengatasi tren tingginya kasus batu ginjal, kampanye edukasi masif mengenai pentingnya hidrasi yang cukup dan pola makan sehat menjadi agenda penting. Selain itu, dorongan untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kesehatan dari gaya hidup kurang aktif juga perlu terus digalakkan di masyarakat.

Selanjutnya, para pakar urologi akan terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan dan penanganan batu ginjal melalui berbagai kegiatan ilmiah dan edukasi publik. Perkembangan penanganan medis terkini, termasuk metode minimal invasif, juga terus diinformasikan kepada publik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp