Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Tiga Juta Warga Terkena Dampak Asap Karhutla, ISPA Meroket di Tujuh Provinsi

Oleh Destian August 25, 2026 4 hours lalu 0 komentar

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa lebih dari tiga juta warga di tujuh provinsi telah terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini menyebabkan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang signifikan.

Data terbaru yang dirilis Kemenkes menunjukkan angka yang mengkhawatirkan ini, menyoroti dampak serius dari bencana asap terhadap kesehatan masyarakat. Upaya mitigasi dan penanganan kesehatan kini menjadi prioritas utama pemerintah.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (18/9/2019), memaparkan bahwa data tersebut merupakan akumulasi dari awal tahun hingga pertengahan September 2019. “Lebih dari 3 juta warga terdampak langsung asap karhutla di tujuh provinsi,” ujar Sutopo. Provinsi-provinsi yang paling parah terdampak meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Lonjakan kasus ISPA menjadi indikator paling kentara dari dampak kesehatan ini. Kemenkes mencatat adanya peningkatan drastis penderita ISPA, yang sebagian besar dialami oleh anak-anak dan lansia. Gejala yang umum muncul meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, hingga infeksi paru-paru.

Menanggapi situasi ini, Kemenkes telah menginstruksikan jajarannya di daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Posko kesehatan telah didirikan di berbagai lokasi strategis, termasuk di dekat titik api dan daerah terdampak asap terparah. Pelayanan kesehatan gratis bagi penderita ISPA juga diintensifkan, serta distribusi masker dan obat-obatan.

Selain penanganan langsung, Kemenkes juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara melindungi diri dari paparan asap. Edukasi tentang pentingnya menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan menjaga kesehatan pernapasan menjadi fokus utama. Kemenkes terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan yang efektif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp