Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Studi Ungkap Risiko Kanker Lebih Tinggi pada Awak Pesawat Akibat Paparan Radiasi

Oleh Destian August 25, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah studi terbaru mengindikasikan bahwa pramugari dan pilot memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker akibat paparan radiasi kosmik selama bertugas. Penelitian yang melibatkan ribuan awak pesawat ini menyoroti potensi bahaya kesehatan yang dihadapi oleh para profesional di industri penerbangan.

Menurut temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health, para peneliti menganalisis data dari lebih dari 5.000 awak kabin di Amerika Serikat. Studi ini menemukan bahwa tingkat kejadian beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara dan melanoma, secara signifikan lebih tinggi pada kelompok ini dibandingkan dengan populasi umum.

Penyebab utama risiko ini diduga kuat berasal dari paparan radiasi ionisasi tingkat rendah yang lebih sering terjadi di ketinggian jelajah pesawat. Radiasi kosmik, yang berasal dari luar angkasa, lebih intens di atmosfer atas tempat pesawat komersial beroperasi. Intensitas radiasi ini meningkat seiring dengan ketinggian dan durasi penerbangan.

Dr. Sarah Evans, penulis utama studi dari Universitas Yale, menyatakan bahwa meskipun tingkat radiasi yang diterima oleh awak pesawat masih di bawah batas aman yang ditetapkan oleh beberapa badan pengatur, paparan kumulatif selama bertahun-tahun bekerja dapat berkontribusi pada peningkatan risiko kanker. “Kami melihat pola yang mengkhawatirkan, terutama pada wanita yang bekerja sebagai pramugari, yang secara historis memiliki tingkat paparan kumulatif yang tinggi,” kata Dr. Evans dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh universitasnya.

Penelitian sebelumnya dari berbagai institusi, termasuk Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) yang merupakan bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), juga telah mengaitkan paparan radiasi ionisasi dengan peningkatan risiko kanker. Namun, studi ini memberikan data yang lebih spesifik dan terkini mengenai dampak pada populasi awak pesawat.

Menanggapi temuan ini, beberapa serikat pekerja awak pesawat mulai menyuarakan keprihatinan mereka dan mendesak maskapai serta otoritas penerbangan untuk meninjau kembali standar keselamatan radiasi. Perwakilan dari Asosiasi Pramugari Internasional (AFA-CWA) mengindikasikan bahwa mereka akan berupaya untuk mendorong penerapan langkah-langkah mitigasi yang lebih efektif, seperti pemantauan paparan radiasi yang lebih ketat dan potensi penyesuaian jadwal kerja bagi awak yang memiliki durasi terbang sangat panjang.

Pihak regulator penerbangan, seperti Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat, saat ini masih dalam proses meninjau studi tersebut. Juru bicara FAA menyatakan bahwa keselamatan awak pesawat adalah prioritas utama dan mereka akan mengevaluasi temuan studi ini dalam konteks regulasi yang ada serta penelitian ilmiah terbaru untuk memastikan perlindungan yang memadai bagi para profesional penerbangan.

Para peneliti menyarankan agar studi lebih lanjut dilakukan untuk memahami secara mendalam mekanisme biologis yang menghubungkan paparan radiasi kosmik dengan jenis kanker tertentu pada awak pesawat, serta untuk mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif di masa depan. Evaluasi terhadap dampak radiasi pada berbagai jenis penerbangan, termasuk penerbangan jarak jauh dan penerbangan kutub, juga menjadi area yang perlu dieksplorasi lebih lanjut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp