Monday, 24 August 2026
BREAKING
Berita

Belajar dari Malaysia dan Thailand, Indonesia Antisipasi “Petaka Otomotif Jilid 2”

Oleh Ishak August 24, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Indonesia didesak untuk belajar dari pengalaman Malaysia dan Thailand dalam mengelola industri otomotif guna mencegah terulangnya krisis di masa lalu. Kekhawatiran ini muncul mengingat potensi kerentanan sektor otomotif nasional terhadap perubahan pasar global dan kebijakan internal.

Pesan ini disampaikan oleh para pengamat industri yang merujuk pada era 1990-an, di mana Indonesia pernah mengalami guncangan hebat pada sektor otomotifnya. Keterlambatan adaptasi dan regulasi yang kurang tepat kala itu disebut menjadi faktor utama yang membuat Indonesia tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang mampu bangkit lebih cepat.

Malaysia, misalnya, melalui kebijakan lokalisasi komponen dan dukungan pemerintah yang kuat, berhasil membangun ekosistem otomotif yang tangguh. Negara ini bahkan mampu menjadi basis produksi bagi merek-merek internasional ternama, yang kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Thailand telah memposisikan diri sebagai ‘Detroit Asia’ dengan fokus pada produksi kendaraan berorientasi ekspor. Skema insentif fiskal, pengembangan infrastruktur, dan ketersediaan tenaga kerja terampil menjadi kunci keberhasilan Thailand dalam menarik investasi besar dari produsen otomotif global.

Para ahli berpendapat bahwa Indonesia perlu segera mengevaluasi strategi industri otomotifnya. Fokus pada pengembangan riset dan inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif menjadi beberapa rekomendasi krusial.

Selain itu, penting bagi Indonesia untuk memperkuat rantai pasok komponen dalam negeri. Mengurangi ketergantungan pada impor komponen dapat memberikan daya tahan lebih bagi industri otomotif nasional saat terjadi gejolak eksternal, seperti fluktuasi nilai tukar mata uang atau gangguan pasokan global.

Pelajaran dari Malaysia dan Thailand menekankan pentingnya visi jangka panjang dan konsistensi kebijakan. Tanpa langkah-langkah strategis yang berkelanjutan, Indonesia berisiko mengulangi kesalahan masa lalu dan kehilangan momentum dalam persaingan industri otomotif global yang semakin dinamis.

Oleh karena itu, dialog antara pemerintah, pelaku industri, dan akademisi perlu terus ditingkatkan untuk merumuskan kebijakan yang adaptif dan pro-pertumbuhan, demi memastikan sektor otomotif Indonesia dapat tumbuh berkelanjutan dan tidak tergelincir ke dalam “petaka otomotif jilid 2”.

Bagikan: Facebook X WhatsApp