Apple dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 200 karyawan yang terlibat dalam pengembangan produk headset Vision Pro dan asisten virtual Siri. Pemangkasan ini juga menyentuh tim yang berfokus pada gaming dan video imersif, memicu spekulasi mengenai potensi pergeseran strategi perusahaan teknologi raksasa tersebut.
Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa PHK ini berdampak pada berbagai divisi, termasuk tim yang sebelumnya didedikasikan untuk proyek-proyek ambisius seperti Vision Pro. Langkah ini diambil menyusul tinjauan ulang prioritas dan efisiensi operasional perusahaan.
Lebih lanjut, pemangkasan juga terjadi di tim yang menangani Siri, teknologi asisten suara yang telah lama menjadi bagian dari ekosistem Apple. Meskipun detail spesifik mengenai alasan pemecatan karyawan Siri belum sepenuhnya terungkap, hal ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan pengembangan dan peningkatan fitur-fitur Siri di bawah kepemimpinan baru.
Kabar mengenai PHK ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg, yang mengutip beberapa individu yang mengetahui langsung mengenai situasi tersebut. Perlu dicatat bahwa Apple sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah pasti karyawan yang terdampak atau alasan di balik keputusan ini.
Tim yang sebelumnya fokus pada pengembangan konten gaming dan video imersif untuk Vision Pro juga tidak luput dari pemangkasan. Hal ini bisa jadi menandakan bahwa Apple sedang mengevaluasi kembali pendekatan mereka terhadap konten yang ditawarkan di platform spatial computing tersebut, atau mengalihkan fokus ke area lain yang dianggap lebih strategis.
Keputusan ini muncul di tengah tantangan yang dihadapi Apple dalam beberapa segmen bisnisnya, termasuk penurunan penjualan iPhone di Tiongkok dan persaingan yang semakin ketat di pasar teknologi global. PHK ini bisa jadi merupakan bagian dari upaya Apple untuk merampingkan operasi dan mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa Apple secara historis dikenal sebagai perusahaan yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar. Apakah pemangkasan ini merupakan tanda perubahan fundamental dalam arah strategis Apple, atau hanya penyesuaian taktis jangka pendek, masih perlu diamati lebih lanjut.
