Thursday, 20 August 2026
BREAKING
Berita

Sinergi Apik Bank BTN dan PPATK Renovasi 20 Rumah Tak Layak Huni

Oleh Ishak August 20, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Jakarta – Bank Tabungan Negara (BTN) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan sinergi kuat dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Sebanyak 20 unit rumah di wilayah Jakarta Barat telah selesai direnovasi berkat kolaborasi ini, memberikan hunian yang lebih layak bagi para penerima manfaat.

Program renovasi RTLH ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di hunian yang tidak memenuhi standar kelayakan. Pemilihan 20 rumah tersebut didasarkan pada kriteria tertentu yang ditetapkan oleh kedua lembaga, memastikan bantuan tersalurkan kepada yang paling membutuhkan.

Melalui sinergi ini, BTN sebagai salah satu bank BUMN yang fokus pada perumahan, menyediakan dukungan finansial dan sumber daya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan renovasi. Sementara itu, PPATK, dengan perannya dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme, turut memberikan dukungan dalam aspek pengawasan dan transparansi penggunaan dana.

Proses renovasi meliputi perbaikan struktur bangunan, atap, dinding, lantai, serta sanitasi dan kelengkapan rumah lainnya agar sesuai dengan standar hunian yang sehat dan aman. Harapannya, rumah-rumah yang telah diperbaiki dapat memberikan kenyamanan dan meningkatkan kesejahteraan penghuninya.

Kerja sama antara BTN dan PPATK ini tidak hanya berhenti pada renovasi fisik rumah, tetapi juga mencerminkan komitmen kedua lembaga dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Program ini menjadi bukti nyata bagaimana sektor keuangan dapat berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Pihak BTN menyatakan kebanggaannya dapat berkolaborasi dengan PPATK dalam program yang sangat mulia ini. Menurut perwakilan BTN, inisiatif semacam ini akan terus didorong untuk menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah di Indonesia.

Sementara itu, PPATK juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program bantuan sosial. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana lembaga negara dapat bersinergi untuk tujuan yang lebih besar, yaitu kesejahteraan rakyat.

Keberhasilan renovasi 20 rumah tidak layak huni ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi lembaga lain untuk turut serta dalam program serupa. Upaya bersama ini krusial dalam menuntaskan persoalan rumah layak huni yang masih menjadi tantangan di banyak daerah.

Bagikan: Facebook X WhatsApp