Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menghentikan penggunaan sistem peluncuran elektromagnetik (EMALS) yang canggih pada kapal induk baru mereka. Keputusan ini, yang bertujuan untuk menghemat biaya, menuai kritik dari berbagai pihak yang menilai teknologi EMALS lebih unggul dibandingkan sistem uap tradisional.
Perintah tersebut dikabarkan dikeluarkan pada Februari 2020. Trump dilaporkan lebih memilih sistem peluncuran pesawat yang menggunakan uap, yang dinilai lebih murah, meskipun teknologinya sudah lama ada. Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak jangka panjang terhadap kemampuan Angkatan Laut AS dalam proyeksi kekuatan global.
Angkatan Laut AS telah menginvestasikan miliaran dolar dalam pengembangan dan implementasi sistem EMALS untuk kapal induk kelas Gerald R. Ford. Sistem ini dirancang untuk meluncurkan pesawat dengan lebih cepat, lebih efisien, dan dengan perawatan yang lebih sedikit dibandingkan sistem uap. Keunggulan EMALS termasuk kemampuan untuk meluncurkan pesawat yang lebih berat dan lebih hemat bahan bakar, serta memberikan kontrol yang lebih presisi.
Sumber-sumber di lingkungan pertahanan Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Trump melihat sistem uap sebagai solusi yang lebih ekonomis. “Presiden Trump mengatakan, ‘Saya ingin kapal induk Anda beroperasi. Saya tidak ingin Anda menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak perlu,'” kata seorang pejabat senior pertahanan, seperti dikutip oleh Associated Press. Namun, kritikus berpendapat bahwa penghematan biaya jangka pendek ini dapat mengorbankan keunggulan teknologi Angkatan Laut AS di masa depan.
Senator Jack Reed, anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat, menyuarakan keprihatinannya. Ia menyatakan bahwa membatalkan EMALS akan menjadi kesalahan besar. “Teknologi ini adalah lompatan kuantum ke depan dalam kemampuan peluncuran pesawat, dan membatalkannya akan menjadi kesalahan besar,” ujar Reed. Ia menambahkan bahwa sistem uap yang sudah tua tidak akan dapat mengimbangi kemampuan EMALS.
Departemen Pertahanan AS sendiri telah menyatakan komitmennya terhadap EMALS, yang telah diintegrasikan ke dalam desain kapal induk kelas Gerald R. Ford. Keputusan Trump untuk membatalkan sistem ini menimbulkan pertanyaan tentang proses pengambilan keputusan di tingkat tertinggi pemerintahan AS terkait alutsista strategis.
