Monday, 17 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Minder di Komunitas Olahraga? Psikolog Ungkap ‘Efek Strava’ dan Cara Mengatasinya

Oleh Destian August 17, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Banyak individu yang antusias bergabung dengan komunitas olahraga justru merasa demotivasi atau minder. Fenomena ini, yang kerap dikaitkan dengan platform seperti Strava, ternyata memiliki penjelasan psikologis yang menarik. Sebuah riset dari Amerika Serikat memberikan pandangan baru mengenai akar masalah ini dan menawarkan solusi bagi mereka yang mengalaminya.

Psikolog menjelaskan bahwa rasa minder atau demotivasi dalam komunitas olahraga tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kemampuan fisik semata. Seringkali, hal ini dipicu oleh perbandingan sosial yang tidak sehat, terutama ketika terekspos pada pencapaian orang lain yang terlihat superior. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai ‘Efek Strava’.

Menurut Dr. Sarah Miller, seorang psikolog olahraga terkemuka, ‘Efek Strava’ terjadi ketika individu terus-menerus membandingkan performa mereka dengan orang lain di platform digital. “Platform seperti Strava, meskipun dirancang untuk motivasi, bisa menjadi sumber kecemasan jika tidak digunakan dengan bijak,” ujar Dr. Miller dalam sebuah wawancara. Ia menambahkan bahwa melihat teman atau kenalan mencapai rekor pribadi atau jarak tempuh yang jauh lebih besar dapat menimbulkan perasaan tidak mampu dan menurunkan semangat.

Riset yang dilakukan oleh sebuah universitas di Amerika Serikat, yang belum dipublikasikan secara luas namun telah menjadi bahan diskusi di kalangan ahli, mengidentifikasi beberapa faktor kunci di balik ‘Efek Strava’. Studi tersebut menemukan bahwa individu yang cenderung membandingkan diri secara negatif lebih rentan mengalami penurunan motivasi. Selain itu, fokus yang berlebihan pada metrik kuantitatif seperti kecepatan dan jarak, tanpa menghargai aspek lain seperti konsistensi, progres pribadi, atau kenikmatan berolahraga, juga berkontribusi pada masalah ini.

Sebagai solusi, Dr. Miller menyarankan beberapa strategi. Pertama, penting untuk mengubah pola pikir dari perbandingan eksternal menjadi fokus pada progres pribadi. “Rayakan pencapaian kecil Anda sendiri. Apakah Anda berhasil berlari lebih jauh dari minggu lalu? Atau mungkin Anda berhasil bangun lebih pagi untuk berolahraga? Itu semua adalah kemenangan,” jelasnya. Kedua, ia merekomendasikan untuk membatasi paparan terhadap aktivitas orang lain di platform digital jika itu mulai menimbulkan perasaan negatif. Mengatur notifikasi atau bahkan mengambil jeda dari aplikasi sesekali bisa sangat membantu.

Lebih lanjut, Dr. Miller menekankan pentingnya menemukan komunitas yang suportif dan inklusif. “Cari kelompok yang menghargai partisipasi dan usaha, bukan hanya hasil akhir. Lingkungan yang positif akan membuat Anda merasa lebih nyaman untuk berkembang,” katanya. Ia juga menyarankan untuk berkomunikasi secara terbuka dengan anggota komunitas lain mengenai perasaan atau tantangan yang dihadapi. Seringkali, orang lain juga merasakan hal yang sama dan berbagi pengalaman dapat membangun ikatan serta memberikan dukungan moral.

Dengan memahami ‘Efek Strava’ dan menerapkan strategi yang tepat, individu dapat kembali menikmati aktivitas olahraga mereka tanpa dibayangi rasa minder. Kuncinya adalah menggeser fokus dari perbandingan dengan orang lain menjadi apresiasi terhadap perjalanan dan progres pribadi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp