Wednesday, 29 July 2026
BREAKING
Ekonomi

Rupiah Ditutup Melemah Tipis di Akhir Perdagangan, Sentuh Rp18.073 per Dolar AS

Oleh Ishak July 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Nilai tukar Rupiah ditutup pada pelemahan tipis di akhir sesi perdagangan hari ini, menyentuh level Rp18.073 per Dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan global dan domestik yang terus bergerak.

Pada penutupan perdagangan, Rupiah tercatat melemah sebesar 0,14% atau 25 poin dari posisi sebelumnya. Tingkat penutupan ini mencerminkan pergerakan yang cukup stabil namun menunjukkan adanya tekanan terhadap mata uang Garuda di akhir hari.

Beberapa faktor disebut mempengaruhi pergerakan Rupiah hari ini. Sentimen pasar global, termasuk perkembangan kebijakan moneter bank sentral negara-negara maju dan data ekonomi Amerika Serikat, turut memberikan pengaruh. Selain itu, kondisi pasar keuangan domestik juga menjadi pertimbangan utama.

Analis memperkirakan bahwa penguatan Dolar AS secara global menjadi salah satu pendorong utama pelemahan Rupiah. Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat yang berlanjut, serta ekspektasi terhadap kebijakan The Fed, cenderung membuat Dolar AS lebih menarik bagi investor.

Di sisi lain, data-data ekonomi Indonesia yang dirilis baru-baru ini juga turut dicermati oleh pelaku pasar. Keseimbangan neraca perdagangan yang positif, misalnya, bisa menjadi penopang nilai tukar Rupiah, namun sentimen global yang lebih kuat seringkali mendominasi pergerakan jangka pendek.

Perdagangan hari ini menunjukkan volume yang cukup aktif, mengindikasikan adanya minat dari investor untuk melakukan transaksi di tengah fluktuasi nilai tukar. Rentang pergerakan Rupiah sepanjang hari terpantau cukup dinamis sebelum akhirnya menetap di level penutupan.

Menjelang penutupan sesi, terlihat adanya aksi beli Dolar AS yang sedikit meningkat, mendorong Rupiah ke level pelemahan yang lebih dalam. Namun, kekuatan pelemahan tersebut masih dalam batas yang relatif terkendali.

Para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga dan intervensi di pasar valuta asing. Selain itu, data ekonomi makro global dan domestik ke depan akan menjadi indikator penting bagi arah pergerakan Rupiah selanjutnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp